Sabun merupakan produk perawatan tubuh paling dasar untuk menjaga kebersihan kulit. Di pasaran, dua jenis yang paling umum adalah sabun batang dan sabun cair.

Keduanya sama-sama efektif membersihkan, tetapi memiliki formulasi, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

in1

>>> Panduan Pencairan PIP Juni 2026: Aktivasi Rekening SimPel

Perbedaan Proses Pembuatan

Perbedaan utama terletak pada proses pembuatannya.

Menurut Gabrielle Nekrasas, ahli kimia kosmetik asal AS, sabun batang dibuat melalui proses kaustik dengan menambahkan minyak, lilin, dan alkali.

Campuran tersebut kemudian didiamkan selama enam hingga delapan minggu agar reaksi kimia selesai. Sementara itu, sabun cair diproduksi dengan proses berbeda dan mengandung air sehingga teksturnya lebih lembut.

Dokter spesialis kulit Dr. Hayley Goldbach menjelaskan bahwa kandungan air membuat formulasi sabun cair tidak terlalu pekat.

Hal ini memudahkan produsen menambahkan bahan aktif seperti minyak alami, ekstrak tumbuhan, pelembap, hingga eksfoliator.

Kelebihan dan Kekurangan Sabun Batang

Salah satu keunggulan sabun batang adalah formulanya yang tidak mengandung air. Risiko pertumbuhan bakteri menjadi lebih kecil selama disimpan dengan benar, sehingga umumnya tidak membutuhkan bahan pengawet.

Sabun batang juga lebih ramah lingkungan karena kemasannya menggunakan kertas atau karton, menghasilkan lebih sedikit sampah plastik.

Namun, sabun batang memiliki pH relatif tinggi, sekitar 9 hingga 10. Menurut Nekrasas, pH tersebut merupakan bagian dari proses pembuatan sehingga sulit diubah.

Bagi pemilik kulit sensitif, pH tinggi dapat membuat kulit terasa lebih kering. Kini banyak sabun batang diperkaya minyak alami dan pelembap untuk mengurangi efek tersebut.

Beberapa sabun batang juga dapat meninggalkan residu pada kulit atau permukaan kamar mandi. Goldbach menyebut banyak orang tidak menyukai lapisan lengket yang ditinggalkan.