Persoalan keluarga disebut tengah membayangi kehidupan pemain sayap Barcelona, Raphinha. Di tengah pemulihannya dari cedera saat memperkuat tim nasional Brasil pada Piala Dunia 2026, muncul klaim mengenai pengelolaan hak citra sang pemain yang memicu polemik di dalam keluarganya.

Informasi tersebut diungkapkan mantan pesepakbola Brasil, Vampeta. Ia menyebut persoalan bermula ketika Raphinha bersama istrinya berencana membeli sebuah rumah mewah senilai 10 juta euro.

in1

Menurut penjelasan yang disampaikan, pasangan itu telah mencapai kesepakatan pembelian. Namun saat proses penandatanganan dokumen dilakukan, mereka mengetahui dana yang tersedia tidak mencukupi untuk menyelesaikan transaksi tersebut.

Kondisi itu disebut membuat Raphinha dan istrinya terkejut karena mereka meyakini kemampuan finansialnya seharusnya memadai untuk membeli properti tersebut.

>>> Chris Carr Sebut Mimpi Jadi Nyata Lihat Anaknya Didraft Lakers

Hak Citra Diduga Dikuasai Sang Ayah

Setelah kejadian itu, istri Raphinha dikabarkan mengumpulkan anggota keluarga untuk mencari penyebab persoalan keuangan tersebut. Dari pertemuan itulah, menurut Vampeta, terungkap bahwa sekitar 80 persen hak citra Raphinha berada di bawah kendali ayahnya.

Dalam skema tersebut, Raphinha disebut hanya menerima sekitar 20 persen dari pendapatan hak citranya. Akibatnya, sebagian besar pemasukan yang dapat langsung dinikmati pemain berusia 29 tahun itu berasal dari gajinya sebagai pesepakbola.

Pendapatan Dinilai Tidak Sepenuhnya Dapat Dinikmati

Meski memperoleh gaji besar sebagai pemain profesional, kondisi itu disebut membatasi keleluasaan finansial Raphinha. Menurut keterangan yang beredar, situasi tersebut menjadi alasan mengapa ia tidak dapat merealisasikan gaya hidup maupun rencana pembelian properti yang diinginkan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Raphinha maupun pihak keluarganya terkait klaim mengenai pembagian hak citra tersebut.