Grab Indonesia meluncurkan gerakan Langkah Hijau untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emissions pada 2060.

Perusahaan menargetkan perluasan armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun 2026 mendatang.

>>> Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online: Spam Bot di Medsos Naik 128 Persen

Kampanye #KitaBijakBBM mengajak masyarakat menggunakan layanan aplikasi yang efisien energi guna menekan konsumsi bahan bakar minyak nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi nasional.

"Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan," ujar AHY.

Menurutnya, komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien.

Dia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.

"Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.

>>> 5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1,6 Jutaan

Armada EV Grab Ditargetkan Naik Lebih dari Tiga Kali Lipat

Sebagai operator armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Grab mengungkapkan jumlah armada EV yang beroperasi telah melampaui 28.000 unit hingga Mei 2026, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan perusahaan akan terus mempercepat investasi untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.