BNI Masuki 8 Dekade, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memasuki usia delapan dekade dengan terus memperkuat transformasi berkelanjutan.
Mengusung tema HUT ke-80 'Swadharma Bhakti Nagara', perseroan menjadikan transformasi sebagai fondasi memperkuat kinerja dan daya saing.
>>> KPK Segel Ruang Kerja Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan transformasi tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis.
Langkah ini juga memperkuat kemampuan perusahaan menghadapi dinamika ekonomi dan sejalan dengan penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia.
"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6).
Transformasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, dan penguatan manajemen risiko.
Strategi ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kinerja Digital dan Keuangan
Pada segmen ritel, BNI mengembangkan platform digital wondr by BNI.
Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah dan mendorong pertumbuhan tabungan ritel serta penguatan dana murah.
>>> Bruno Guimaraes Puncaki Daftar Top Assist Piala Dunia 2026
Di sisi wholesale banking, BNI memperkuat layanan BNIdirect yang menyediakan cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing.
Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25 persen secara tahunan.
Transformasi tercermin pada kinerja keuangan 2025 dengan laba bersih Rp20 triliun.
Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 1,9 persen dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5 persen.
Kinerja positif berlanjut hingga 2026.
Per akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp1.063,92 triliun, laba bersih Rp9,05 triliun, dan total ekuitas Rp160,99 triliun.
>>> Paraguay Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026, Selebrasi Heboh Layaknya Juara
"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tutup Paolo.
Update Terbaru
5 Smartphone Paling Dinanti yang Akan Rilis Juli 2026
Selasa / 30-06-2026, 14:59 WIB
Perbandingan Vivo X Fold6 vs OPPO Find N6: Ponsel Lipat Flagship Terbaik
Selasa / 30-06-2026, 14:59 WIB
Link Download GTA San Andreas Mod APK ModHello: Fitur, Cara Instal, dan Risikonya
Selasa / 30-06-2026, 14:57 WIB
+91 Kode Negara Mana? Ini Informasi Lengkapnya
Selasa / 30-06-2026, 14:56 WIB
Honda Siapkan SUV Hybrid 7 Penumpang Avancier untuk Asia Tenggara
Selasa / 30-06-2026, 14:56 WIB
Waspada Penipuan Berkedok Streaming Drama Pendek China
Selasa / 30-06-2026, 14:56 WIB
Gaikindo Minta Insentif Otomotif Tak Hanya untuk Mobil Listrik
Selasa / 30-06-2026, 14:56 WIB
Bank Dunia Hapus Target 45 Persen Pinjaman Iklim karena Tekanan AS
Selasa / 30-06-2026, 14:55 WIB
Cuaca Ekstrem dan Gangguan Infrastruktur Melanda Beberapa Wilayah AS
Selasa / 30-06-2026, 14:54 WIB
CORTIS Dikecam Akibat Terlambat Naik Pesawat ke Paris
Selasa / 30-06-2026, 14:50 WIB
LG Luncurkan StanbyME 2 Max, Tiru Konsep TV Portabel Samsung
Selasa / 30-06-2026, 14:49 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A27 di India, Ini Harga dan Ketersediaannya
Selasa / 30-06-2026, 14:49 WIB
Kisah Ronaldo: Dari Mengemis Burger Hingga Jadi Miliarder
Selasa / 30-06-2026, 14:49 WIB
Sujud Syukur! Maroko Usir Belanda dari Piala Dunia Lewat Drama Penalti
Selasa / 30-06-2026, 14:49 WIB






