Gedung Putih secara khusus meminta OpenAI membatasi peluncuran model terbarunya, GPT 5.6.

Pemerintah AS meminta agar model tersebut hanya diberikan kepada segelintir mitra yang sudah mengantongi izin resmi.

>>> BPOM Temukan Obat dan Kopi Herbal Ilegal, Klaim Tingkatkan Stamina Pria

Kemampuan model AI terbaru ini dinilai terlalu canggih.

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, GPT 5.6 memiliki kemampuan setara dengan Claude Mythos, model AI buatan Anthropic yang juga sempat diblokir oleh AS.

OpenAI menyetujui pembatasan ini sebagai jalan tengah agar tetap bisa merilisnya ke publik secara bertahap.

Hal ini terjadi di tengah belum adanya regulasi federal yang jelas untuk mengatur model-model AI baru.

Kekhawatiran Pemerintah dan Respons OpenAI

Kabar ini pertama kali dilaporkan The Information, mengutip memo internal CEO OpenAI Sam Altman kepada para karyawan.

Dalam memo tersebut, Altman menyatakan bahwa pemerintah meninjau dan menyetujui akses ini secara selektif.

"Kami sudah menegaskan kepada pemerintah AS bahwa sistem seperti ini bukanlah model jangka panjang yang kami inginkan.

Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan," kata Altman dalam memo tersebut.

>>> MK Putuskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa mereka akan terus berkolaborasi dengan para pengembang AI untuk merumuskan pendekatan bersama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang masif ini.

Dalam pengumuman resminya, OpenAI membenarkan soal pembatasan rilis GPT 5.6 demi memenuhi permintaan pemerintah.

"Kami tidak ingin proses perizinan ketat dari pemerintah seperti ini menjadi standar jangka panjang.

Hal ini justru menghambat para pengguna, pengembang, pelaku usaha, tim pertahanan siber, serta mitra global," tulis OpenAI.