Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, memberikan apresiasi terhadap langkah Danantara Indonesia yang telah merampungkan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025 seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan agenda transformasi bisnis secara fundamental sekaligus memperkuat konsolidasi sektoral agar kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah semakin baik.

>>> PM Modi Dapat Sambutan Kenegaraan Megah di Jakarta

Esther yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro menilai, peningkatan laba belum cukup dijadikan satu-satunya parameter keberhasilan transformasi BUMN.

Transformasi BUMN Perlu Ukuran Komprehensif

Ia menekankan bahwa keuntungan bukanlah tolok ukur tunggal. Masih banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, seperti efisiensi operasional, tata kelola perusahaan, dan dampak sosial.

>>> PM Modi Dapat Penghormatan Kehormatan di Jakarta Sebelum Pembicaraan Bilateral

Langkah Danantara Indonesia dalam menyusun laporan keuangan secara transparan dinilai sebagai awal yang baik. Hal ini dapat menjadi dasar evaluasi yang lebih holistik ke depannya.

>>> Legasi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia: Deretan Rekor Gila CR7 yang Sulit Dipecahkan

Esther berharap transformasi BUMN tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada peningkatan pelayanan publik dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.