Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa pembangunan compute cluster nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di industri kecerdasan buatan (AI) global.

Menurutnya, Indonesia harus membangun kapasitas komputasi yang kuat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai pemain utama dalam pengembangan AI.

>>> Presiden Prabowo Dampingi PM Modi Kunjungi DPR RI, Perkuat Diplomasi Indonesia-India

Dua Strategi Utama Perkuat Posisi Indonesia di Industri AI

Nezar mengatakan terdapat dua strategi utama yang perlu diprioritaskan. Pertama, membangun infrastruktur AI nasional.

Kedua, memperkuat kapasitas compute cluster yang didukung talenta digital berkualitas.

"Setidaknya ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI.

Yang kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global," ujar Nezar di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Nezar, keberadaan compute cluster menjadi semakin penting karena pengembangan AI modern bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar.

Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung pengembangan model AI, riset, inovasi, hingga lahirnya berbagai solusi berbasis AI di dalam negeri.

Ia menilai penguatan kapasitas komputasi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem AI nasional.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan teknologi AI secara mandiri.

>>> Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia dan Eurasia

"Kita jangan hanya menjadi pengguna, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia," tegasnya.