Nezar mengatakan pengembangan AI telah menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045.

Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem AI yang inklusif, memberdayakan ekosistem nasional, serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

"Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global," katanya.

Meski demikian, Nezar mengingatkan keberhasilan membangun industri AI nasional tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, BUMN, komunitas, dan inovator nasional.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mencapai target tersebut, mulai dari ketersediaan mineral kritis yang dibutuhkan industri AI, sumber energi untuk menopang infrastruktur digital, hingga bonus demografi yang dapat menjadi sumber talenta digital masa depan.

Selain itu, Nezar menyoroti perkembangan AI yang kini menjadi bagian dari persaingan geopolitik global.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional agar mampu menghadapi dinamika tersebut sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul.

>>> QCY Luncurkan MeloBuds N65 dengan ANC 60dB, Audio Spasial, dan Baterai 50 Jam

"Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam kerja sama yang kuat dan kolaborasi yang sinergis sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya, dan berdaulat," pungkasnya.