Seleksi spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memasuki babak baru.

Setelah lelang harga rampung pada Selasa (7/7), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melanjutkan proses ke tahap pemilihan blok frekuensi.

>>> Campur Pertalite dan Pertamax Turbo Lebih Murah? Ini Risikonya

Tahapan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026.

Komdigi menyatakan tahap ini menjadi penentu karena akan menentukan blok spektrum yang digunakan masing-masing operator seluler untuk mengembangkan jaringan bergerak di Indonesia.

Seluruh peserta yang mengikuti lelang harga dinyatakan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tiga operator yang masih bertahan adalah Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart, baik untuk pita 700 MHz maupun 2,6 GHz.

Enam Agenda Pemilihan Blok

Tahapan pemilihan blok dibagi menjadi enam agenda utama. Pertama, pemilihan blok pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Kedua, pemilihan posisi blok pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Ketiga, pemilihan desa/kelurahan yang menjadi kewajiban penyediaan layanan akses internet jaringan pitalebar bergerak (mobile broadband) pada kedua pita frekuensi tersebut.

Artinya, peserta tidak hanya menentukan blok spektrum, tetapi juga mulai menetapkan komitmen pembangunan jaringan di wilayah yang menjadi bagian dari kewajiban lisensi.

Setelah seluruh rangkaian selesai, Tim Seleksi akan mengumumkan hasil akhir secara terbuka melalui laman resmi Komdigi.

>>> Inflasi Pabrik China Tertinggi dalam 4 Tahun Akibat Perang Iran dan AI Boom

Informasi yang dipublikasikan meliputi daftar peringkat hasil seleksi, besaran harga penawaran masing-masing peserta, serta alokasi blok frekuensi yang diperoleh setiap operator.

Komdigi menyatakan seluruh proses seleksi dirancang transparan dan kompetitif, serta mampu menghasilkan alokasi spektrum yang mendukung pemerataan infrastruktur digital nasional.