Harga BBM RON 92 Pertamax yang masih tinggi, Rp16.250 per liter, mendorong warganet mencari cara agar bisa menggunakan BBM dengan oktan setara namun lebih murah.

Salah satu trik yang ramai dibahas adalah mencampur Pertalite RON 90 dengan Pertamax Turbo RON 98 dengan perbandingan 3:1.

>>> Inflasi Pabrik China Tertinggi dalam 4 Tahun Akibat Perang Iran dan AI Boom

Campuran tersebut secara hitungan menghasilkan RON 92 dengan harga per liter sekitar Rp12.325, lebih murah dari Pertamax murni.

Namun, Tri Yuswidjajanto, dosen Teknik Mesin ITB, mengingatkan bahwa pencampuran bahan bakar berbeda jenis memiliki efek samping.

Efek Samping Pencampuran BBM

Menurut Tri, Pertamax Turbo mengandung aditif seperti deterjen, antioksidan, antikorosi, dispersan, dan demulsifier.

Sementara Pertalite tidak memiliki aditif tersebut. Jika dicampur, justru dapat memunculkan hump effect atau deposit yang lebih parah.

>>> Revolusi AI di F1: Manusia Tetap Pengendali Utama

Deposit terjadi karena takaran zat aditif yang tidak tepat akibat pencampuran, menghasilkan kerak karbon di saluran masuk mesin.

Kerak karbon bisa mengendap di payung klep atau katup, bahkan masuk hingga piston.

Akibatnya, mesin kendaraan modern menjadi mudah ngelitik dan tenaga menurun.

Deposit di tulip katup masuk menghambat campuran bahan bakar, menurunkan tenaga. Sementara deposit di kepala piston menaikkan kompresi, menyebabkan mesin ngelitik.

>>> Solos Rilis Privacy Kit untuk Smartglasses, Solusi Unik Atasi Masalah Privasi

Tri menyarankan agar bahan bakar dengan kualitas berbeda tidak dicampur untuk menghindari kerak karbon yang lebih banyak.