Revolusi AI di F1: Manusia Tetap Pengendali Utama
Aston Martin menggelar Technology Forum pertamanya di Technology Campus yang terletak di luar sirkuit Silverstone, Inggris, pada akhir pekan Grand Prix Inggris awal Juli 2026.
Acara ini mempertemukan mitra teknologi utama tim untuk membahas kontribusi mereka terhadap olahraga tersebut. Data dan kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama dalam diskusi.
>>> Solos Rilis Privacy Kit untuk Smartglasses, Solusi Unik Atasi Masalah Privasi
Peran AI dalam Pengolahan Data
Tara Mulcahy dari NetApp mengungkapkan bahwa Aston Martin memproses sekitar 50 petabyte data pada hari balapan.
Ryan Lewis dari Cohere menambahkan bahwa banyak data tersimpan di tim F1, dan AI menjadi peluang untuk mengakses serta memahaminya.
Simon Cox dari ServiceNow menyatakan bahwa data menunjukkan peta, sementara AI menunjukkan lintasan.
Manusia Tetap Kunci
Eric Ernst, Technology Ambassador Aston Martin, menegaskan bahwa kecerdasan bisa di-outsource, tetapi pengalaman tidak bisa. Pengalaman tetap berada di tangan tim dan manusia.
Tur di Technology Campus membenarkan pernyataan Ernst.
Di salah satu kantor, terdapat papan gambar teknis besar yang digunakan oleh Adrian Newey, Team Principal dan Managing Technology Partner Aston Martin, yang lebih suka menggambar secara manual.
Selama sesi kualifikasi Sprint Race, tim sukarelawan mendengarkan dan memproses pesan radio dari tim lain secara manual, bukan menggunakan AI untuk transkripsi.
>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Tak Akan Rilis Film Pernikahan
Peralatan seperti wheel gun pit crew memiliki prosesor ARM dan kemampuan machine learning, tetapi kecepatan pergantian ban di bawah dua detik tetap bergantung pada keterampilan manusia.
AI dalam Strategi Balap
Fabrizio Pilotti, Chief Information Officer Aston Martin, menjelaskan bahwa tayangan TV hanya menampilkan sekitar 0,5% dari realitas balapan.
Salah satu aspek yang semakin terekspos adalah strategi balap.
Menurut Pilotti, kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona pada 14 Juni 2026 merupakan hasil strategi AI. Strategi Ferrari yang tampak tidak menguntungkan ternyata membawa kemenangan.
AI dilatih menggunakan strategi masa lalu, termasuk skenario sejak akhir 1970-an, terutama yang menghasilkan kemenangan dari situasi tidak biasa.
Namun, keputusan akhir tetap di tangan manusia.
Pilotti mengingatkan bahwa banyak strategi tidak biasa yang gagal, sehingga AI selalu perlu diperiksa.
>>> Para Bintang 'Odyssey' Rayakan Malam Premiere di London
Grand Prix Inggris pada 5 Juli dimenangkan oleh Charles Leclerc dari Ferrari. Balapan berikutnya akan digelar di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, pada 19 Juli.
Update Terbaru
6 Shio Paling Beruntung pada 8 Juli 2026, Hoki Menghampiri Sepanjang Hari
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Tagihan Paylater Warga RI Tembus Rp13 Triliun, Kaum Mendang-Mending Makin Gemar Berutang
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Gerhana Matahari Total 6 Menit Lebih Akan Terjadi pada Agustus 2027
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Raih Proper Emas, MSP Dorong Transformasi Tambang Berkelanjutan
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Ketentuan Sertifikat Pejabat Perbendaharaan: PPK, PPSPM, dan Bendahara
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Sosok Istri Thibaut Courtois yang Jadi Sorotan, Disebut Pernah Dilirik Neymar
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Dari Desa Tanpa Internet, Awais Ahmed Bawa Pixxel Raih Kontrak NASA
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Mantan Developer ESO: Game Ini Danai Proyek Gagal Lain, Kini Timnya Dibubarkan
Selasa / 07-07-2026, 22:01 WIB
UAE Tingkatkan Produksi Minyak Mentah Usai Keluar dari OPEC
Selasa / 07-07-2026, 22:01 WIB
Pengadilan Prancis Perpendek Larangan Pencalonan Marine Le Pen
Selasa / 07-07-2026, 22:01 WIB
Kulit Sensitif Sering Diabaikan, Padahal Bisa Pengaruhi Kualitas Hidup
Selasa / 07-07-2026, 22:00 WIB
Kacamatamoo Group Perkuat Ekosistem Vision Care dan Kemitraan
Selasa / 07-07-2026, 22:00 WIB
Pengisi Daya Anker 25W Seharga $10, Backup Ideal untuk Semua Orang
Selasa / 07-07-2026, 22:00 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Naik pada Juni 2026
Selasa / 07-07-2026, 22:00 WIB







