Jakarta, CNN Indonesia -- iPhone Ultra, ponsel lipat pertama Apple, diprediksi akan langka di pasaran setelah peluncurannya. Analis Ming-Chi Kuo memperkirakan perangkat ini akan ludes terjual dalam waktu singkat.

Kuo memprediksi harga iPhone Ultra berkisar antara US$2.300 hingga US$2.500 atau sekitar Rp41,3 juta hingga Rp44,9 juta.

>>> Prabowo Sambut PM India Narendra Modi di Istana Negara, Bahas Kerja Sama

Harga tersebut dua kali lipat dari iPhone 17 Pro Max.

Meski mahal, minat konsumen diperkirakan sangat tinggi.

Apple hanya mampu memproduksi 500.000 hingga 1 juta unit pada fase awal peluncuran di akhir kuartal ketiga 2026.

Tantangan Produksi di Awal Peluncuran

Kuo menyebut ritme produksi lambat karena inovasi desain lipat yang kompleks. Tantangan teknis dalam produksi massal menjadi penyebab utama.

Situasi ini mirip dengan peluncuran iPhone X yang sempat tersendat karena teknologi baru seperti layar OLED penuh dan FaceID.

>>> Samsung Galaxy A08 Segera Hadir? Firmware Mulai Diuji

Apple baru akan menggenjot produksi setelah kuartal pertama pasca-rilis.

Target pengiriman mencapai 7 hingga 8 juta unit pada akhir 2026. Namun, masa tunggu pengiriman bisa melonjak hingga 4-6 minggu atau lebih.

Bocoran Spesifikasi Mulai Terungkap

Apple belum memberikan konfirmasi resmi, tetapi bocoran spesifikasi mulai muncul. Kehadiran iOS 27 versi beta memperkuat indikasi perangkat ini nyata.

Dalam kode pemrograman ditemukan istilah "foldState" dan "angleDegrees". Ponsel ini dirumorkan memiliki ukuran 5,5 inci saat ditutup dan 7,8 inci saat dibuka.

>>> Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Tidak Suka Israel, Ini Peringkatnya

Desainnya diprediksi lebih kotak dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold 7 saat dilipat. Apple kabarnya akan menggunakan panel OLED fleksibel dengan pelat besi khusus untuk meminimalkan bekas lipatan.