Berbeda dengan limbah tambang pada umumnya, tailings HPAL ditumpuk di kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman dan wilayah pesisir.

Material tersebut juga mengandung logam berat, termasuk kromium, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

ESI juga menyoroti aspek keselamatan pengelolaan limbah HPAL. Sejak Maret 2025, tiga insiden runtuhnya fasilitas penyimpanan limbah dilaporkan menyebabkan empat pekerja meninggal dunia.

Volume limbah saat itu masih sekitar sepersepuluh dari proyeksi yang diperkirakan akan dihasilkan pada 2035.

Karena itu, ESI meminta pemerintah meninjau kembali percepatan pembangunan proyek-proyek HPAL baru.

>>> Fuji Cosplay Jadi Nico Robin One Piece di Ultah Gala Sky, Curi Atensi

Lembaga tersebut juga mendorong penyusunan regulasi teknis khusus mengenai penyimpanan tailings serta memastikan fasilitas penyimpanan limbah telah memenuhi standar sebelum smelter mulai beroperasi.