Striker Spanyol Borja Iglesias melontarkan candaan bahwa ia takut dipenjara jika menolak jabat tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di final Piala Dunia 2026.

Trump dijadwalkan hadir di Stadion New Jersey untuk menyerahkan trofi Piala Dunia kepada juara, Minggu (20/7) dini hari WIB.

>>> Ayah Lamine Yamal Absen Nonton Final Piala Dunia 2026 karena Epilepsi

Jika Spanyol mengalahkan Argentina, Iglesias berpeluang bersalaman langsung dengan Trump.

Pemain 33 tahun itu dikenal aktif dalam isu sosial dan politik. Ia pernah lantang menyuarakan kemerdekaan Palestina, mengecat kuku hitam untuk mendukung Black Lives Matter, dan menentang homofobia.

Kini, ia dihadapkan pada kemungkinan bertemu Trump. Sebuah momen yang sebenarnya tak ingin dilakukannya.

"Saya tidak ingin masuk penjara," cetus Iglesias menjawab pertanyaan soal kemungkinan menjabat tangan Trump seusai laga final.

"Saya berharap dapat bertemu dengannya pada saat kita semua dalam keadaan sangat bahagia sehingga itu akan berlalu dengan cepat dan saya dapat melupakannya," ujarnya.

>>> Enam Kapal Cepat Coast Guard Dialihkan dari Timur Tengah ke Pasifik

Iglesias sadar pertanyaan jurnalis bisa memicu kontroversi. Ia pun memilih merespons dengan bijaksana.

"Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk menciptakan kontroversi. Orang-orang paham apa yang saya pikirkan.

Saya ingin melakukan banyak hal, tetapi saya tidak memiliki kekuatan sebesar itu," ujar Iglesias.

Iglesias masuk skuad Spanyol setelah musim lalu moncer bersama Celta Vigo dengan 18 gol. Namun, ia hanya menjadi pelapis di Piala Dunia ini.

>>> Ekonom: Penempatan Dana SAL di Himbara Langkah Tepat Purbaya

Sejauh ini ia baru tampil tiga kali dengan total 73 menit. Kemungkinan besar ia akan menjadi pelapis Mikel Oyarzabal saat Spanyol menghadapi Argentina di final.