WNI di Armenia Ditemukan Tewas dengan Mulut dan Tangan Terikat Lakban
Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan ditemukan tewas di Armenia. Korban bernama Valenth A.
Tambuto ditemukan dalam kondisi mulut dan tangan terikat lakban di dalam kamar mesnya.
>>> Spanyol Juara Dunia, De la Fuente Tagih Janji Tato Cucurella
Keluarga mencurigai Valenth menjadi korban pembunuhan. Informasi awal diperoleh dari pacar korban dan rekan kerjanya.
Dugaan Motif Pembunuhan
Adik korban, Arnold Tambuto, mengungkapkan bahwa keluarga menerima informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Salah satu motif yang disebut adalah kebiasaan korban yang sering meminjamkan uang kepada teman-temannya.
"Katanya yang pertama, Valenth itu terlalu baik karena suka meminjamkan uang ke temannya. Dan uang itu yang dipinjamkan ke pelaku semua.
Itu ada bukti chatnya kalau itu," ujar Arnold.
Selain itu, keluarga juga mendapat informasi bahwa korban pernah diajak terlibat dalam penggelapan uang perusahaan oleh rekannya, namun ditolak.
Korban yang mengetahui rencana itu dikhawatirkan akan melaporkannya ke perusahaan.
Beberapa orang yang memiliki utang kepada korban diduga merencanakan pembunuhan. Meski demikian, keluarga belum menerima informasi resmi dari penegak hukum Armenia mengenai motif maupun pelaku.
>>> IHSG Ditutup Menguat 0,91% ke 6.231,78, TPIA dan TLKM Jadi Penopang
Kronologi Penemuan Jenazah
Kabar kematian Valenth pertama kali diketahui keluarga pada Rabu (15/7) malam. Arnold mengaku masih berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum menerima kabar duka.
Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA pada Rabu (15/7) atau Selasa (14/7) waktu Armenia.
Saat dicek, korban ditemukan dalam kondisi tangan dan mulut dilakban.
"Kondisi jenazah (waktu ditemukan) katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban.
Waktu itu saya syok saya matikan telepon saya tidak dengar jauh lagi, tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka (jenazahnya) ada banyak darah," ujar Arnold.
Tanggapan Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri RI memastikan telah melakukan langkah penanganan dan berkoordinasi dengan otoritas Armenia.
Kedutaan Besar RI di Kyiv dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan tengah mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat serta memperoleh keterangan soal proses penyelidikan.
>>> Sebulan Beroperasi, DSI Kelola Devisa Lebih dari US$10,5 Miliar
Kemlu juga memastikan sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Update Terbaru
Kakak Beradik Tate Siap Lawan Ekstradisi ke Inggris, Kata Pengacara
Selasa / 21-07-2026, 08:42 WIB
Pertarungan Karyawan vs Pelanggan di In-N-Out Terekam Video
Selasa / 21-07-2026, 08:42 WIB
FIFA Selidiki Insiden Paredes Cekik Pemain Spanyol Usai Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 08:42 WIB
Aktor Kwak Dong-yeon Akan Jalani Wajib Militer Bulan Depan
Selasa / 21-07-2026, 08:42 WIB
McLaren F1 GTR Milik Nick Mason Dilelang, Harga Capai Rp 560 Miliar
Selasa / 21-07-2026, 08:42 WIB
10 Jenis Kopi Indonesia yang Populer, Kenali Karakter Rasa dan Asal Daerahnya
Selasa / 21-07-2026, 08:38 WIB
Viral Warga Protes Jalan Rusak di Tasikmalaya, Dedi Mulyadi: Itu Jalan Kabupaten
Selasa / 21-07-2026, 08:38 WIB
OJK: Penempatan SAL Rp381 Triliun Tak Lagi Diperdebatkan di KSSK
Selasa / 21-07-2026, 08:38 WIB
Presiden Iran Nyatakan Perang Skala Penuh Lawan AS, Siap Hadapi Konsekuensi
Selasa / 21-07-2026, 08:36 WIB
Dokter Tifa Sindir Saksi Jokowi: Siap-siap Bawa Pampers
Selasa / 21-07-2026, 08:35 WIB
Vivo S2 Dikabarkan Meluncur Agustus 2026 di India, Suksesor Vivo S1
Selasa / 21-07-2026, 08:35 WIB
Ramalan Zodiak 21 Juli: Libra Jangan Iri, Sagitarius Waspadai Rayuan
Selasa / 21-07-2026, 08:35 WIB
Momfluencer Jepang Dipenjara Setelah Ketahuan Sembunyikan Uang Rp 54 M
Selasa / 21-07-2026, 08:35 WIB
Mengenal Geely Coolray, SUV Bensin Pertama Geely yang Rilis di RI
Selasa / 21-07-2026, 08:35 WIB







