Mounir Nasraoui, ayah dari bintang muda Spanyol Lamine Yamal, mengungkapkan alasan emosional di balik ketidakhadirannya di stadion pada final Piala Dunia 2026.

Yamal dijadwalkan menjadi motor serangan La Furia Roja saat melawan Lionel Messi dan Argentina di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat.

>>> Enam Kapal Cepat Coast Guard Dialihkan dari Timur Tengah ke Pasifik

Pemain Barcelona berusia 19 tahun itu berpeluang mengawinkan gelar Euro dengan trofi Piala Dunia di usia remaja, sekaligus menggagalkan misi Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

Kondisi Kesehatan Ayah Yamal

Nasraoui membeberkan bahwa dirinya mengidap epilepsi dan harus mengonsumsi lima pil setiap hari untuk mengontrol kejang.

"Saya seorang penderita epilepsi.

Saya bisa mengalami kejang kapan saja, terutama di bawah pengaruh stres atau emosi tinggi," ujarnya seperti dikutip dari The Mirror.

Ia khawatir jika kejang terjadi di stadion, hal itu akan merepotkan banyak pihak. "Lebih baik tinggal di rumah dan menonton semua ini dari sini," tambahnya.

Nasraoui cukup terbuka mengenai penyakitnya di media sosial. Ia mengaku kerap menjadi sasaran kejahatan karena kondisi kesehatannya.

>>> Ekonom: Penempatan Dana SAL di Himbara Langkah Tepat Purbaya

Ayah Yamal bahkan sempat menjadi korban penusukan di tempat parkir sebulan setelah perayaan juara Euro 2024.

Kini ia memilih memberikan dukungan dan doa untuk Yamal dari kediamannya di Katalunya.

Sementara itu, adik laki-laki Yamal, Keyne, kerap mencuri perhatian kamera di tribun penonton sepanjang turnamen di Amerika Utara.

Kesuksesan Yamal tidak lepas dari pengorbanan keluarganya.

Sang nenek, Fatima, nekat meninggalkan Maroko dan menyelinap masuk ke bus tanpa dokumen demi mengadu nasib di Spanyol.

Fatima menetap di Mataro, Katalunya, dan bekerja keras dari pagi hingga malam. Uangnya digunakan untuk membawa Nasraoui yang saat itu berusia 3 tahun ke Spanyol.

>>> Praperadilan Ketiga Roy Suryo Mulai Disidangkan Pekan Ini, Tuntut Ganti Rugi

Yamal sangat dekat dengan keluarganya dan tidak pernah melupakan asal-usulnya. Ia memasang bendera Maroko dan Guinea Khatulistiwa di sepatu bolanya di Piala Dunia 2026.