Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menggantikan Keir Starmer sebagai pemimpin baru Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah.

Pria berusia 56 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester. Ia dikenal karena latar belakang kelas pekerja dari utara Inggris yang kental.

>>> Apple Siapkan Peluncuran iPhone 18 Pro dengan Kamera Variable Aperture dan AI Canggih

Burnham berencana menggunakan pengalaman pemerintah daerahnya untuk menarik kembali pemilih kelas pekerja. Beberapa kelompok demografis ini belakangan beralih ke partai sayap kanan.

"Saya ingin melakukan apa pun untuk membuat Partai Buruh kembali dipercaya rakyat, menjadi partai yang solid di pihak kelas pekerja," ujar Burnham.

Karier dan Advokasi

Burnham membangun reputasi politiknya dengan memperjuangkan komunitas utara. Ia meluncurkan penyelidikan pemerintah atas bencana stadion Hillsborough 1989 saat menjadi anggota Parlemen.

Sejarawan Universitas Manchester, Charlotte Wildman, menyebut advokasi Burnham menantang stereotip negatif tentang warga kelas pekerja utara.

"Mereka diperlakukan sangat buruk, dan Burnham adalah salah satu politisi pertama yang benar-benar mendengarkan," kata Wildman.

Penyelidikan tersebut mengubah persepsi publik dengan menetapkan bahwa kegagalan polisi, bukan korban, yang menyebabkan kecelakaan mematikan itu.

Setelah 16 tahun di Parlemen dan dua kali kalah dalam kontestasi kepemimpinan Partai Buruh, Burnham beralih ke politik lokal.

>>> Andy Burnham Resmi Menjadi Perdana Menteri Inggris

Ia menjadi Wali Kota Greater Manchester pada 2017.

Di bawah kepemimpinannya, kota itu mengalami pembangunan ekonomi pesat. Greater Manchester menjadi salah satu ekonomi kota dengan pertumbuhan tercepat di Inggris.

Agenda Nasional

Burnham kini mempromosikan model pemerintahan yang disebut "Manchesterism". Model ini bertujuan mendesentralisasi kekuasaan dari pemerintah pusat di London ke kota dan daerah lain.

Platform nasionalnya mencakup pemotongan pajak untuk bisnis ritel, perluasan perumahan umum, dan restrukturisasi belanja kesejahteraan.

"Bayangkan pertumbuhan yang baik di setiap kode pos dan harapan di setiap hati. Jangan hanya bayangkan, mari wujudkan," kata Burnham.

CEO Co-operatives UK, Rose Marley, yang pernah menjadi penasihat Burnham, mengatakan pendekatannya merupakan penyimpangan dari model ekonomi tradisional.

"'Manchesterism' bagi kami adalah orang-orang bersatu untuk melakukan perubahan, melakukan sesuatu sendiri, dan memiliki sikap 'bisa'," ujar Marley.

>>> Durham Schools Hentikan Buah dan Sayur Segar Imbas Wabah Cyclospora di NC

Marley menambahkan bahwa dari perspektif ekonomi, perdana menteri baru memandang penerapan model regional ini sebagai akhir dari neoliberalisme.