Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat realisasi anggaran tahun 2025 sebagai yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (20/7).

>>> 4 Produk Skincare Nacific untuk Samarkan Noda Hitam dan Cerahkan Wajah Kusam

Menkes menjelaskan realisasi belanja Kemenkes mencapai Rp94,6 triliun atau 82,9% dari pagu anggaran sebesar Rp114,1 triliun.

Persentase tersebut menjadi yang terendah dibandingkan capaian realisasi anggaran pada periode 2021-2024.

Pemblokiran Anggaran Jadi Penyebab

Budi mengatakan rendahnya realisasi tersebut dipengaruhi adanya pemblokiran anggaran sebesar Rp12,3 triliun.

"Kalau blokir anggaran sebesar Rp12,3 triliun itu dikeluarkan dari perhitungan, maka realisasi terhadap pagu efektif mencapai sekitar 93%, bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2022," kata Budi.

Ia meminta agar mekanisme pemblokiran anggaran ke depan dapat diperjelas sejak awal sehingga satuan kerja tidak terlambat menjalankan program.

Data menunjukkan dari total pagu Rp114,07 triliun, terdapat anggaran yang diblokir sebesar Rp12,33 triliun, sehingga pagu efektif menjadi Rp101,74 triliun.

Dengan realisasi Rp94,62 triliun, serapan terhadap pagu efektif mencapai 93%.

Blokir anggaran terbesar antara lain berasal dari program penanggulangan tuberkulosis (TB) sebesar Rp6,11 triliun, program Non Quick Win Rp1,07 triliun, dan skrining kanker serviks (HPV DNA) Rp710,7 miliar.

Selain itu, terdapat blokir non-Inpres dengan total sekitar Rp3,06 triliun, sehingga total pemblokiran mencapai sekitar Rp12,3 triliun.

>>> 7 Parfum Aroma Floral untuk Acara Formal, dari Lokal hingga High End

Kemenkes juga melaporkan terdapat anggaran yang belum terserap sebesar Rp7,1 triliun.

Sebagian besar berasal dari pinjaman luar negeri senilai Rp2,67 triliun yang belum terealisasi karena proses pengadaan masih berlangsung.