Produsen memori global Lexar memproyeksikan lonjakan harga RAM di pasar internasional, termasuk Indonesia, hingga dua kali lipat menjelang akhir tahun 2026.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh kelangkaan pasokan untuk segmen komputer konsumen, seperti dilansir dari Gamebrott melalui laporan Tom's Hardware.

>>> Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal, Ungkap Kondisi Terkini

Penyebab Kelangkaan Pasokan

Pengalihan kapasitas produksi oleh tiga produsen memori terbesar dunia, yaitu Samsung, SK hynix, dan Micron, menjadi penyebab utama situasi ini.

Ketiga perusahaan tersebut menggeser fokus manufaktur mereka demi memenuhi tingginya permintaan High-Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan kecerdasan buatan.

Dampak dari kelangkaan pasokan memori ini sudah mulai memengaruhi pasar perangkat keras lainnya secara global.

>>> GoPro Terancam Bangkrut Setelah Terbitkan Peringatan Going Concern

Angka penjualan motherboard di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan tajam hingga menyentuh angka 25 persen karena banyak konsumen memilih menunda perakitan PC baru akibat ketidakwajaran harga memori.

Penurunan stok di tingkat retail juga membuat potongan harga RAM yang saat ini ada di toko konvensional maupun e-commerce hanya bersifat sementara.

>>> Ookla: Jutaan Pengguna Internet Masih Bergantung pada Router WiFi Lawas

Diskon tersebut merupakan strategi para penjual untuk menghabiskan sisa stok lama demi menjaga likuiditas sebelum masuknya stok baru dengan harga yang jauh lebih tinggi.