Pernahkah Anda berjalan ke ruangan lain dan tiba-tiba lupa apa yang hendak dilakukan? Fenomena ini dikenal sebagai doorway effect, sebuah keanehan kognitif yang umum terjadi.

Para ilmuwan kognitif telah mengidentifikasi doorway effect sebagai proses neurologis yang wajar.

>>> Penuaan Tidak Linear: Dua Lonjakan Besar di Usia 44 dan 60 Tahun

Saat melewati ambang pintu, otak memperbarui peta mental di hippocampus, yang memicu jeda singkat dalam pemrosesan informasi.

Mengapa Otak Mengalami Reset?

Otak secara alami membagi pengalaman menjadi episode-episode berbeda. Perubahan lingkungan fisik menyebabkan hippocampus menyesuaikan peta mental dengan cepat, menciptakan semacam 'reset' kognitif.

Memori kerja kita sangat rentan selama transisi spasial.

Karena hanya dapat menampung informasi terbatas, beban kognitif tambahan saat berpindah ruangan dapat mendorong niat awal keluar dari memori.

Beberapa faktor meningkatkan kerentanan terhadap doorway effect: beban mental tinggi, tingkat perhatian rendah saat melakukan tugas otomatis, dan lingkungan yang sibuk secara visual.

>>> REDMAGIC Gaming Tablet 5 Pro Resmi Meluncur dengan Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Apakah Ini Tanda Masalah Serius?

Doorway effect termasuk dalam keluarga lupa yang tidak berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Ini justru menandakan sistem kognitif yang optimal, menyaring informasi tidak penting untuk efisiensi mental.

Namun, konsultasi dokter diperlukan jika kelupaan menjadi persisten, memburuk seiring waktu, atau disertai gejala kognitif lain seperti kesulitan mengenali wajah atau masalah orientasi spasial.

Usia juga menjadi faktor penting. Perubahan memori yang normal seiring bertambahnya usia berbeda dengan perubahan mendadak yang perlu diperiksakan ke profesional kesehatan.

Untuk mengurangi doorway effect, cobalah mengucapkan niat dengan lantang sebelum melewati pintu. Verbalisasi memperkuat memori dengan menciptakan 'penanda' auditori yang mudah diingat.

>>> Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Berikut Zodiak yang Sering Dinobatkan

Teknik lain adalah membayangkan tindakan yang akan dilakukan di ruangan berikutnya. Ini memperkuat hubungan antara niat dan tujuan, mengurangi kemungkinan lupa saat melewati pintu.