Anthropic, perusahaan AI yang dikenal vokal soal keselamatan kecerdasan buatan, baru saja merekrut seorang ekonom kontroversial.

Ekonom tersebut adalah Chad Jones, profesor Stanford yang pernah menulis makalah tentang risiko kepunahan manusia akibat AI.

>>> Vanness Wu Bagikan Momen Bahagia Menikah Lagi

Dalam makalahnya, Jones menghitung bahwa risiko 33 persen punahnya umat manusia masih dapat diterima demi keuntungan ekonomi.

Ia menulis bahwa dengan probabilitas risiko eksistensial 1 persen per tahun selama 40 tahun, peluang bertahan hidup adalah sekitar 67 persen.

Menurut Jones, risiko satu banding tiga itu sepadan dengan kemungkinan dua pertiga peningkatan standar hidup hingga 55 kali lipat.

>>> Kartu Sanrio amiibo Animal Crossing Kembali Tersedia di Nintendo UK

Pandangan ini menuai kritik. Seorang pengguna Reddit menyebut bahwa kepunahan manusia membutuhkan pertimbangan yang lebih hati-hati.

Meski kontroversial, pemikiran Jones dinilai sejalan dengan pendekatan Anthropic yang sering menyoroti risiko AI.

Strategi ini memungkinkan Anthropic menjaga posisi moral di atas pesaing, sekaligus memperkuat citra sebagai perusahaan yang peduli etika.

>>> 5 Hal yang Perlu Diingat Sebelum X-Men '97 Season 2

Namun, langkah ini juga dianggap sebagai cara untuk membesar-besarkan kemampuan AI demi keuntungan perusahaan.