Banyak orang percaya bahwa rutinitas menjaga pikiran tetap tajam. Namun, para ahli justru memperingatkan bahwa kebiasaan yang terlalu kaku dapat merusak daya ingat.

Menurut Dr. Nicole Issa, psikolog dan pendiri PVD Psychological Associates di Rhode Island, "Kebiasaan yang kaku benar-benar dapat menghalangi perkembangan memori."

>>> Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen South Hills Jakarta Milik Benny Tjokro

Peringatan ini patut diperhatikan jika Anda mulai merasa sulit fokus atau sering lupa.

Otak Butuh Tantangan, Bukan Sekadar Kenyamanan

Pikiran kita tidak tumbuh lebih kuat dari pengulangan tanpa sadar.

Rebecca Duffy, konselor klinis dan direktur EvolvedMD, menjelaskan bahwa ketika Anda mengulangi tindakan yang sama setiap hari, otak tidak menghadapi tantangan baru.

Otak beralih ke memori prosedural, mode hampir tidak sadar yang efisien tetapi tidak merangsang.

Mode autopilot ini berguna saat mengemudi atau memasak, tetapi tidak membantu membangun koneksi saraf baru.

Yang sebenarnya mendorong pembelajaran dan memori jangka panjang adalah penciptaan hubungan baru di otak, yang dikenal sebagai plastisitas otak.

Cara Membangunkan Otak

Begitu Anda mematahkan kebiasaan, otak harus kembali sadar: ia harus fokus, menganalisis, dan mengingat secara sadar. Inilah yang memperkuat memori.

>>> BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Bisa Picu Kanker dan Rusak Otak

Menghadapi pengalaman baru memaksa neuron untuk terhubung kembali dengan cara yang segar. Duffy menambahkan bahwa menambah variasi pada rutinitas juga meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.

Anda tidak perlu mengubah hidup secara drastis. Dr. Issa menyarankan untuk menargetkan satu bagian hari yang paling membosankan.

Contoh sederhana: jika istirahat makan siang Anda hanya makan sandwich sambil menggulir ponsel, cobalah makan di luar tanpa ponsel.

Lingkungan baru dan ponsel disimpan—sederhana, langsung, dan cukup kuat untuk mengalihkan otak kembali ke mode sadar.

Perubahan Kecil, Dampak Besar

Anda tidak perlu memenuhi kalender dengan aktivitas. Yang penting adalah gangguan kecil pada rutinitas harian.

Bahkan hanya 15–20 menit hal baru per hari dapat merangsang plastisitas otak.

Para ahli menyarankan memilih sesuatu yang benar-benar Anda minati, bukan hanya yang tampak "berguna." Hobi yang Anda sukai lebih mungkin bertahan daripada resolusi yang dipaksakan.

>>> HUAWEI MatePad Air (2026) Resmi Meluncur dengan Layar OLED 12 Inci dan Baterai 10100 mAh

Keteraturan—bahkan dalam dosis kecil—memberikan efek jangka panjang pada memori. Ternyata, otak Anda hanya ingin dikejutkan sesekali.