Pasar smart TV menunjukkan pergerakan harga yang cenderung stabil, berbeda dengan lonjakan harga PC dan smartphone. Padahal, televisi pintar menggunakan komponen internal serupa seperti chipset dan RAM.

Meskipun kenaikan harga komponen elektronik turut berdampak pada sektor ini, persaingan yang sangat ketat menahan lonjakan harga di tingkat konsumen.

>>> Lexar Prediksi Harga RAM Global Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Riset dari Omnia yang dilansir Gamebrott mengungkapkan bahwa ketatnya persaingan membuat produsen tidak berani menaikkan harga jual. Akibatnya, margin keuntungan per unit menjadi sangat tipis.

Kondisi ini memaksa produsen mencari sumber pendapatan alternatif melalui penayangan iklan.

Strategi menampilkan iklan yang tidak dapat dihapus oleh pengguna menjadi langkah utama untuk mempertahankan harga jual tetap rendah.

>>> Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal, Ungkap Kondisi Terkini

Sebagian besar produk smart TV menerapkan sistem beli putus, sehingga konsumen tidak melakukan upgrade di kemudian hari.

Faktor ini menjadikan iklan sebagai pilar pendapatan utama yang wajib dikelola produsen.

>>> GoPro Terancam Bangkrut Setelah Terbitkan Peringatan Going Concern

Para produsen memilih menyerap sebagian kecil beban biaya ekstra produksi demi memikat konsumen. Langkah ini diambil agar produk tetap dipilih, sementara pendapatan berkelanjutan diperoleh dari iklan yang ditayangkan.