BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Saham ANTM dan TINS
BRI Danareksa Sekuritas menilai risiko regulasi di sektor logam dan pertambangan mulai berkurang.
Hal ini mendorong perusahaan untuk menjadikan saham PT Antam Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) sebagai pilihan utama.
>>> Analis Positif pada Saham BBRI Usai Rencana Buyback Rp500 Miliar
Penurunan risiko regulasi didorong oleh usulan kebijakan yang dinilai lebih akomodatif bagi pelaku industri.
Namun, kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) masih menjadi faktor ketidakpastian karena aspek teknisnya belum jelas.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis, dalam risetnya menyebutkan bahwa risiko regulasi mulai mereda seiring sejumlah usulan kebijakan yang sebelumnya memberatkan kini menjadi lebih akomodatif.
Kedua saham dipilih karena paparan terbatas terhadap skema DSI serta didukung prospek kinerja yang jelas.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp4.800 untuk ANTM dan Rp4.500 untuk TINS.
Lebih dari separuh laba ANTM berasal dari perdagangan emas domestik bebas royalti, sementara kontribusi ekspornya hanya sekitar 2,5 persen dari total pendapatan.
Sementara itu, TINS tidak masuk dalam tiga komoditas kebijakan ekspor satu pintu sehingga bebas dari skema DSI.
Tambahan kuota RKAB yang diperkirakan terbit pada semester II-2026 dipandang dapat mendukung pertumbuhan volume produksi dan penjualan.
Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan saham ANTM bersama PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpotensi kembali masuk ke dalam indeks MSCI pada Agustus 2026.
Pasar juga mengantisipasi peninjauan aksesibilitas pasar modal oleh MSCI pada 18 Juni dan evaluasi oleh FTSE Russell pada 22 Juni.
Perubahan tersebut memicu arus keluar dana sekitar US$1,5 miliar yang terkonsentrasi pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Samuel Sekuritas optimistis Indonesia dapat mempertahankan status emerging market dalam tinjauan MSCI tanpa masuk daftar pemantauan.
Arus modal asing diperkirakan berpotensi kembali meningkat jika hasil tinjauan MSCI memberikan hasil yang positif.
>>> Waspadai Perubahan Warna Urine yang Menandakan Kerusakan Ginjal
Dengan meredanya risiko aksi jual paksa dan valuasi yang masih murah, arus masuk dana asing diperkirakan akan kembali meningkat.
Update Terbaru
Daftar Hari Besar 24 Februari 2026: Harlah IPNU hingga Hari Bartender
Senin / 15-06-2026, 20:04 WIB
Saham SpaceX Melonjak 19 Persen pada Debut Perdana di Nasdaq
Senin / 15-06-2026, 20:04 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol vs Cape Verde dan Belgia vs Mesir pada 15 Juni
Senin / 15-06-2026, 20:03 WIB
Masyarakat Jawa Bersiap Peringati Malam Satu Suro 2026
Senin / 15-06-2026, 20:01 WIB
PT ASABRI Cairkan Gaji ke-13 Pensiunan Rp1,4 Triliun
Senin / 15-06-2026, 20:01 WIB
Kementerian ESDM Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada 2027
Senin / 15-06-2026, 20:01 WIB
IHSG Sesi I Melonjak 5 Persen Berkat Kabar Damai AS-Iran
Senin / 15-06-2026, 20:00 WIB
Pemerintah Buka Peluang Impor Minyak Timur Tengah Usai Jalur Selat Hormuz Pulih
Senin / 15-06-2026, 20:00 WIB
Layanan Transportasi Indonesia Dinilai Mampu Bersaing dengan Negara Maju
Senin / 15-06-2026, 20:00 WIB
Memahami Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Kerap Dianggap Sama
Senin / 15-06-2026, 20:00 WIB
iCAR V23 Kenalkan Diri Lewat Pop Up Booth di Lima Kota
Senin / 15-06-2026, 19:59 WIB
Kemenkeu Terima Penerimaan Negara Rp 1,02 Triliun dari Pemulihan Aset
Senin / 15-06-2026, 19:59 WIB
Road Trip ke Yogyakarta: Rincian Tarif Tol Trans Jawa Golongan I
Senin / 15-06-2026, 19:58 WIB
5 Langkah Tepat Mempersiapkan Masa Pensiun yang Produktif
Senin / 15-06-2026, 19:57 WIB






