Airlangga Bantah Pusat Finansial Bali Jadi Surga Pajak
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pandangan yang menyebut Indonesia akan menjadi surga pajak (tax haven) setelah rencana pembentukan Pusat Finansial Indonesia Internasional (PFII) di Bali.
Airlangga mengatakan istilah surga pajak sudah lazim di sejumlah negara.
>>> Prabowo Serang Pakar 'Sok Pintar' yang Dinilainya Tak Pihak ke Petani
Ia mencontohkan Singapura dan Dubai yang telah lebih dulu memiliki pusat keuangan internasional dengan fasilitas pajak untuk menarik investasi.
“Surga pajak kan ada di mana aja sekarang. Ya kan di Dubai juga ada surga pajak.
Di Singapura juga ada surga pajak,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Pemberian insentif pajak hingga 0% merupakan salah satu strategi untuk menarik investasi bernilai besar.
Dengan masuknya modal ke dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Perbandingan dengan Singapura dan Dubai
Airlangga membandingkan kemampuan Indonesia dalam menarik investasi dengan Singapura yang selama ini berperan sebagai pusat keuangan regional.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Indonesia melalui skema tradisional saat ini berkisar Rp2.200 triliun per tahun.
>>> Cara Cairkan Saldo Dana Rp9 Juta dari Game Penghasil Uang Terbukti Membayar 2026
Sementara Singapura mampu menarik dana investasi hingga sekitar Rp5.000 triliun melalui sektor jasa keuangan dan pusat finansial yang dimilikinya.
“5.000 triliun itu, jadi dana masuk ke Singapura dulu baru disebar, nah sedangkan potensi investasi di Indonesia kan besar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyoroti keberhasilan Dubai International Financial Centre (DIFC) yang mengelola aset sekitar 800 miliar dolar AS.
Menurutnya, keberadaan pusat keuangan internasional telah menjadi instrumen penting bagi sejumlah negara untuk menghimpun dan mengelola arus modal global.
Dengan potensi ekonomi dan investasi yang dimiliki Indonesia, Airlangga menilai pembentukan PFII menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor internasional.
“Jadi kita harus menarik global picture-nya. Di dunia kan terbatas, financial center hanya Singapura, Dubai, Hong Kong, kemudian bagian di Amerika,” tuturnya.
>>> Panduan Mendapatkan 8 Program Stimulus Ekonomi Rp26 Triliun di 2026
Sementara itu, Airlangga mengakui bahwa pemerintah masih mempersiapkan landasan hukum untuk pembentukan PFII. “Ya kita bentuk undang-undangnya dulu, habis itu baru kita atur tekniknya,” jelasnya.
Update Terbaru
Makin Panas! Nano Machine Chapter 319 Bisa Jadi Lanjutan Paling Panas
Kamis / 25-06-2026, 15:00 WIB
Jelang Lookism Chapter 613, Apa yang Paling Dinanti?
Kamis / 25-06-2026, 15:00 WIB
Prediksi Nano Machine Chapter 318 Setelah Ending Chapter 317
Kamis / 25-06-2026, 15:00 WIB
Apa Penyebab Nicky Kay Hengkang dari Duo OKAAY Bersama Niko Al Hakim?
Kamis / 25-06-2026, 14:50 WIB
Tayang Agustus, Anime The Ribbon Hero Gandeng Girls Archives Isi Lagu Tema
Kamis / 25-06-2026, 14:50 WIB
FPTHSI: Anggaran Pendidikan Cukup, Distribusi yang Salah
Kamis / 25-06-2026, 14:50 WIB
5 Tahun Bersama Nicky Kay Putuskan Keluar dari Band OKAAY yang Digawangi oleh Niko Al Hakim Mantan Suami Rachel Vennya
Kamis / 25-06-2026, 14:49 WIB
Profil Nicky Kay, Vokalis OKAAY yang Memilih Mundur dari Grup Duo
Kamis / 25-06-2026, 14:48 WIB
Kalender Jawa Bulan Juli 2026 Lengkap dengan Weton, Pasaran, dan Neptu
Kamis / 25-06-2026, 14:45 WIB
Cek PKH Lansia dan Disabilitas: Cara Mudah Mengetahui Status Penerima Bantuan
Kamis / 25-06-2026, 14:45 WIB
Guru Belum S-1 Bisa Kuliah Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Kapal PIS Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Trump Kecewa Sekutu NATO Tak Bantu AS Lawan Iran
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB






