Industri alas kaki nasional masih membutuhkan tenaga kerja terampil. Hal ini membuka peluang besar bagi penyandang disabilitas untuk berkarier di sektor tersebut.

PT Bank Mandiri Taspen bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal menggelar program vokasi bagi penyandang disabilitas di Brebes, Jawa Tengah.

in1

>>> 11 Rusun Baru Akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ini Daftar Lokasinya

Program ini bertujuan menyiapkan operator jahit sepatu yang siap diserap dunia usaha.

Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan selama sepekan.

Mereka mendapatkan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi Ruang Amal Indonesia.

Pelatihan dirancang untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas.

Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes.

Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana, mengatakan skema operator jahit dipilih karena industri alas kaki, khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih membutuhkan tenaga kerja yang dapat dilatih dalam waktu singkat.

"Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok untuk penyandang disabilitas baik fisik maupun motorik.

Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM dan industri," ujarnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan penyandang disabilitas yang telah memiliki kompetensi.

>>> Kode NBA 2K Mobile Bulan Juni 2026 dan Cara Redeemnya

Dari sisi pasokan, peserta dibekali keterampilan hingga tersertifikasi. Sementara dari sisi permintaan, mereka dihubungkan dengan perusahaan garmen maupun industri alas kaki.