Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendeklarasikan setiap 10 Muharam sebagai momentum perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel.

Hal itu disampaikan dalam gelaran Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6).

in1

>>> Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Tato Permanen

Menag mengatakan tradisi baru ini bertujuan memfokuskan program untuk membantu anak yatim dan difabel terbebas dari kesulitan hidup.

"Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan," ujarnya.

Acara tersebut merupakan rangkaian dari Program Peaceful Muharam yang digelar sejak 1 Muharam hingga sebulan ke depan.

Menag berharap gagasan ini menjadi tradisi positif dengan menjadikan Muharam sebagai momentum kepedulian sosial.

Semangat Berbagi di Bulan Muharam

Menurut Nasaruddin, selama ini masyarakat lebih mengenal amalan puasa di bulan Muharam.

Namun, semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut.

"Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel," kata Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal.

>>> Ricky Gervais: Netflix's Alley Cats Bebas Berekspresi, Padukan Komedi dan Emosi

Ia menambahkan, peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki karakter berbeda dengan negara lain.

Di Indonesia, peringatan tersebut diarahkan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menag berharap Lebaran Anak Yatim dapat berkembang menjadi agenda nasional yang memperluas jangkauan bantuan.

"Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mengekspresikan kecintaan terhadap agama melalui kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

"Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita," kata Nasaruddin.

Menurutnya, Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Islam identik dengan perdamaian dan kasih sayang. "Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram.

>>> Jadwal Lengkap Anime Expo 2026: Kagurabachi, Black Clover Season 2, Cyberpunk: Edgerunners 2

Hari berkasih sayang," pungkasnya.