Pemadaman listrik massal di Pulau Jawa masih berlangsung dan mengganggu aktivitas masyarakat. PT PLN (Persero) telah meminta maaf atas gangguan yang terjadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo, mengonfirmasi bahwa kerusakan terjadi pada dua pembangkit listrik swasta (IPP) berskala besar.

in1

>>> Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Kedua pembangkit itu terpaksa dikeluarkan dari sistem kelistrikan Jawa untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Selain masalah teknis, defisit pasokan energi primer juga memperparah keadaan. Pemerintah mempercepat distribusi batubara ke berbagai PLTU di Jawa, baik milik PLN maupun swasta.

Proses Perbaikan dan Pemulihan

PLN mengerahkan seluruh teknisi siang dan malam untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Darmawan memastikan perbaikan dua PLTU besar itu berjalan cepat agar pasokan listrik segera pulih.

>>> Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026 untuk Hadapi Krisis Iklim dari Desa

Sembari menunggu pemulihan, pemadaman bergilir masih diterapkan di sejumlah daerah padat penduduk.

Wilayah terdampak meliputi Jawa Barat (Bogor, Bekasi, Depok, Bandung), Jawa Tengah (Semarang, Tegal), Jawa Timur, dan DIY (Sleman, Yogyakarta, Gunungkidul).

>>> Hakim Danish Juara Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Peringkat Kelima

Hingga saat ini, PLN belum merilis tanggal pasti kapan listrik kembali normal. Namun, manajemen menegaskan proses perbaikan tidak ditunda dan terus diakselerasi.