Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga membidik potensi berbagai daerah wisata di Tabanan untuk menjadi lokasi ajang lari yang tengah tren.

"Tanah Lot ada, Yeh Gangga juga ada, Soka juga ada, Ulun Danu, semua itu bisa," ucapnya di sela Bali Tourism Run di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu.

in1

>>> Pengamat Soroti Tantangan Indonesia sebagai Negara Transit Pengungsi

Gelaran Bali Tourism Run yang merupakan rangkaian 100 Tahun Pariwisata Bali di Jatiluwih menjadi contoh promosi pariwisata Tabanan melalui potensi daerah wisata yang ada.

Meski ajang perdana masih perlu evaluasi, dalam waktu sekitar satu bulan pendaftaran, sebanyak 1.700 orang bergabung dengan potensi perputaran uang hingga Rp1,5 miliar menurut Asita Bali.

"Ini ide luar biasa untuk ke depannya, ini saja sudah luar biasa bagusnya karena pertama tentunya yang belum maksimal," ujarnya.

Berangkat dari lari santai pertama ini, Pemkab Tabanan ingin daerah wisata lain selanjutnya merancang lebih maksimal.

Meski tidak dikerjakan bersama Asita, Pemkab Tabanan berprinsip akan menjajaki mitra-mitra strategis lainnya untuk merealisasikan rencana ini.

>>> Piala Dunia 2026: Belanda dan Jepang Pesta Gol, Jerman Lolos ke 32 Besar

Sebab, dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah wisata tersebut sangat besar, seperti di Jatiluwih di mana okupansi penginapan milik masyarakat mencapai 100 persen dan berdampak ke restoran, warung, serta UMKM di desa.

"Sangat luar biasa dampaknya karena titik kumpulnya di Tabanan, banyak orang yang datang ke sini tentunya pasti ada lebihnya dia belanja atau penginapan juga ada, sudah luar biasa," kata Dirga.

Namun, apabila ajang wisata olahraga ini digelar di daerah wisata lainnya, diperlukan kesiapan yang lebih dari masyarakat desa maupun infrastruktur pendukungnya.

Dirga menegaskan bahwa tidak bisa membangun sembarangan, seperti di Jatiluwih yang merupakan warisan budaya dunia sehingga tidak boleh membangun di sawah.

>>> Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan

"Seperti Jatiluwih ini kan warisan budaya dunia yang tidak boleh sembarang kita membangun di sini, di mana pemandangannya bagus kita tak boleh membangun, harus tahu di mana yang boleh di mana tidak, masih kita pemerintah hitung juga," tutur Wabup Tabanan.