Persaingan bisnis kedai kopi saat ini sangat tinggi. Setiap gang di berbagai daerah kini memiliki kedai kopi, sehingga pelaku usaha perlu strategi untuk bertahan.

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah konsep 'Rumah Kedua'. Konsep ini dijalankan oleh Sekata Kopi yang didirikan Muhammad David.

in1

>>> Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Borong Dua Medali di Australia

David menjelaskan, ide tersebut lahir dari riset panjang sebelum membuka usaha.

Saat pandemi Covid-19 melanda dan bisnis event organizer (EO) yang digelutinya terpukul, ia mulai mencari peluang usaha baru.

Sebelum terjun ke industri kopi, David melakukan riset ke 15 coffee shop di Jakarta dan lima coffee shop di Medan.

Tujuannya membangun bisnis yang efisien namun memiliki konsep kuat.

"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini.

Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ujar David.

Berbekal riset tersebut, ia membangun Sekata Kopi dengan modal di bawah Rp150 juta. Alih-alih bersaing lewat harga atau menu rumit, David fokus menciptakan pengalaman emosional bagi pelanggan.

Menurutnya, coffee shop saat ini tidak lagi sekadar tempat membeli kopi, tetapi juga ruang untuk bekerja, bertemu teman, hingga mencari kenyamanan.

"Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan.

Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya balik ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua yaitu Sekata Kopi.