PT Zurich General Takaful Indonesia atau Zurich Syariah meluncurkan sejumlah strategi baru untuk menggenjot pasar asuransi syariah.

Langkah ini diambil di tengah potensi penetrasi asuransi syariah yang masih rendah di Indonesia.

in1

>>> MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan perusahaan akan fokus pada layanan berorientasi peserta. Strategi tersebut meliputi pengembangan produk yang relevan, penguatan distribusi, dan peningkatan kualitas klaim.

"Ditambah, melakukan edukasi pasar mengenai nilai dan manfaat asuransi syariah," ujar Hilman kepada Kontan pada Jumat (19/6/2026).

Prioritas pada Prinsip Syariah dan Kolaborasi

Manajemen Zurich Syariah menempatkan prinsip kehati-hatian, tata kelola syariah, dan keberlanjutan jangka panjang sebagai prioritas utama.

Hilman menyebut hal itu penting untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.

>>> American Manga Awards 2026 Umumkan 35 Nominasi, Ini Daftar Lengkapnya

"Kolaborasi strategis dengan ekosistem syariah, termasuk organisasi keagamaan dan institusi keuangan syariah, menjadi peluang penting untuk memperluas penetrasi pasar," tambahnya.

Meski optimistis, Zurich Syariah mengidentifikasi sejumlah tantangan pada 2026, seperti dinamika ekonomi global dan cuaca ekstrem yang berisiko merusak infrastruktur.

Perusahaan berkomitmen mengedepankan manajemen risiko yang andal, kecepatan layanan, dan transparansi.

Berdasarkan laporan keuangan per Mei 2026, total kontribusi Zurich Syariah mencapai Rp 304,91 miliar dengan klaim sebesar Rp 79,37 miliar.

>>> 3 Tersangka Kasus Kematian Pria di Area PT APN Labura

Hasil investasi tercatat Rp 45,95 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp 30,32 miliar.