Persaingan bisnis kedai kopi saat ini sangat tinggi dan penuh risiko karena keberadaannya yang menjamur di berbagai wilayah.

Situasi tersebut menuntut para pelaku usaha untuk memiliki strategi khusus agar dapat bertahan.

in1

>>> Jepang Hancurkan Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menerapkan konsep rumah kedua dalam menjalankan operasional bisnis. Strategi ini telah diimplementasikan oleh Sekata Kopi yang didirikan oleh Muhammad David.

David menjelaskan bahwa ide bisnis tersebut muncul berdasarkan riset panjang yang ia lakukan sebelumnya.

Ketika lini usaha event organizer miliknya terdampak pandemi Covid-19, ia mulai mencari peluang bisnis baru yang dinilai lebih menjanjikan.

Sebelum meresmikan usahanya, David melakukan riset langsung dengan mengunjungi 15 kedai kopi di Jakarta dan lima kedai kopi di Medan.

Langkah ini bertujuan untuk merancang model bisnis yang efisien dengan konsep yang kuat.

"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini.

Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ujar David.

Melalui modal di bawah Rp150 juta dari hasil riset tersebut, Sekata Kopi resmi didirikan.

David memilih fokus membangun kedekatan emosional dengan para pelanggan alih-alih bersaing pada perang harga atau menu yang rumit.

Ia berpandangan bahwa kedai kopi kini telah beralih fungsi menjadi ruang bekerja, tempat bersosialisasi, sekaligus area untuk mencari ketenangan.

>>> InJourney Airports Revitalisasi Bandara Minangkabau Rp553 Miliar

"Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan.