PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports tengah menjalankan proyek revitalisasi terminal penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat fasilitas sekaligus menonjolkan identitas budaya lokal.

in1

>>> Veda Ega Pratama Tembus Lima Besar Moto3 Ceko 2026 Usai Start ke-20

Proyek pengembangan jangka panjang tersebut menelan investasi internal perusahaan sebesar Rp553 miliar.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Suara, pembenahan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada triwulan pertama tahun 2027.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan bahwa BIM diproyeksikan menjadi hub penerbangan internasional utama.

Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing BIM di tingkat Asia Tenggara bersanding dengan Singapura dan Malaysia.

Saat ini, BIM telah mengoperasikan rute internasional ke Malaysia dan Singapura.

Pihak manajemen bersama pemerintah daerah juga tengah menjajaki pembukaan rute langsung baru ke beberapa kota di Malaysia dan kawasan Timur Tengah.

Peluang ekspansi rute langsung ini dinilai besar karena tingginya potensi pasar perjalanan umrah dari Sumatra Barat.

Selain itu, posisi geografis wilayah ini dinilai sangat strategis sebagai titik transit penerbangan internasional menuju Eropa.

"Now ini ada Malaysia dan Singapura. Nah di Malaysia sendiri itu belum direct flight.

Ada indirect yang masih kita capture di situ.

Ada yang dari Kota Baru, kemudian ada Penang, Langkawi," ujar Dony saat ditemui di Bandara Minangkabau, Padang yang ditulis Minggu (21/6/2026).

"Insya Allah kita tawarkan direct. Dari pihak Pemda sudah diskusi dengan kita mencoba untuk Timur Tengah.

>>> Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Karena kebetulan kita punya basis untuk umroh dan lain sebagainya," jelasnya.