PT Phapros Tbk (PEHA) menyiapkan lima jurus utama untuk menggenjot pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan industri farmasi pada 2026.

Langkah strategis ini diambil setelah emiten farmasi tersebut berhasil membalikkan kinerja keuangan ke zona laba pada tahun buku 2025.

>>> Memaknai Tahun Baru Islam dengan Muhasabah dan Efisiensi Waktu

Perusahaan kini fokus pada penguatan fundamental keuangan, peningkatan kepuasan pelanggan, pengembangan portofolio produk, transformasi proses bisnis, serta pembenahan organisasi.

Upaya ini dilakukan untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah dan ketatnya persaingan pasar.

"Kami fokus pada penguatan fundamental keuangan, peningkatan kepuasan pelanggan, pengembangan portofolio produk, transformasi proses bisnis, serta pembenahan organisasi agar lebih agile dan responsif terhadap kebutuhan pasar," ujar Intan Abdams Katoppo, Direktur Utama Phapros dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penguatan Fundamental dan Ekspansi Pasar

Manajemen memprioritaskan penguatan fundamental keuangan melalui optimalisasi modal kerja dan pengendalian biaya yang disiplin demi menjaga profitabilitas.

Pada aspek pelanggan, anggota holding BUMN Farmasi Bio Farma ini mengandalkan pengukuran Customer Satisfaction Index (CSI).

Selain memperkuat bisnis domestik, perusahaan agresif mengincar pasar internasional seperti Timor Leste, Kamboja, Filipina, Myanmar, Papua Nugini, hingga Peru.

Peluang ekspor dinilai terbuka seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya kebutuhan produk farmasi di negara berkembang.

"Ekspansi ini menunjukkan bahwa produk Phapros mampu bersaing dan diterima di pasar global," papar Intan Abdams Katoppo.

Penetrasi pasar juga ditingkatkan melalui program win-back customer, go deep, dan go wide untuk memperluas distribusi produk.

Sementara untuk efisiensi operasional, Phapros mengintegrasikan database, memperkuat digitalisasi rantai pasok, dan menata ulang proses produksi guna menekan harga pokok produksi.