Langkah-langkah strategis ini mulai memberikan hasil positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan penjualan sebesar Rp 221 miliar.

Angka tersebut tumbuh 10,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang bernilai Rp 200 miliar.

Kualitas arus kas juga membaik dengan catatan positif sebesar Rp 37,2 miliar per 31 Maret 2026, atau melonjak 289% secara tahunan.

>>> Pemerintah Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan dengan Anggaran Rp14 Triliun

Lonjakan ini diikuti oleh peningkatan saldo kas perusahaan sebesar 165% secara tahunan.

"Peningkatan arus kas dan penjualan menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga profitabilitas perusahaan pada tahun ini," ujar Intan Abdams Katoppo.

Sebagai mesin pertumbuhan baru, perusahaan siap meluncurkan empat produk baru sepanjang 2026, termasuk V-Com Grow dan V-Com Star untuk nutrisi anak.

Phapros juga akan merilis produk segmen antibiotik serta Nacoflar Powder untuk kebutuhan dental.

"Pengembangan produk baru menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan pangsa pasar dan profitabilitas," sambung Intan Abdams Katoppo.

Guna memitigasi risiko pelemahan rupiah yang bisa menaikkan biaya bahan baku, Phapros menerapkan kebijakan lindung nilai (hedging) dan mencari alternatif pemasok luar negeri.

Perusahaan juga mengoptimalkan impor langsung serta merenegosiasi kontrak pengadaan.

"Efisiensi menjadi agenda utama di seluruh unit kerja agar dampak fluktuasi kurs dapat diminimalkan," ujarnya.

Untuk mendukung seluruh agenda pertumbuhan dan memenuhi regulasi terbaru, Phapros mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 68,7 miliar pada 2026.

Dana tersebut juga dialokasikan untuk inovasi serta revitalisasi produk yang telah beredar di pasar.

Keberhasilan membalikkan kinerja tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,12 miliar.

Nilai tersebut setara dengan 15% dari total laba bersih tahun buku 2025.

Phapros mencatatkan laba bersih sebesar Rp 27,4 miliar pada 2025, setelah sebelumnya mengalami rugi bersih Rp 290,6 miliar.

>>> Akamai Technologies Catat Pendapatan Rp 1 Miliar Dolar di Asia Pasifik

Sisa laba bersih sebesar Rp 23,3 miliar atau 85% akan ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan modal kerja.