Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi melepas 8.178 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 pada Jumat, 19 Juni 2026.

Para mahasiswa akan bertugas di 298 unit KKN yang tersebar di 32 provinsi, mencakup 132 kabupaten dan 274 kecamatan di seluruh Indonesia.

in1

>>> Hakim Danish Juara Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Peringkat Kelima

Tahun ini, KKN-PPM mengusung tema pemberdayaan masyarakat untuk ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim. Dua isu ini menjadi tantangan besar bagi banyak daerah di Indonesia.

Krisis iklim menjadi alasan utama desa mendapat perhatian khusus.

Perubahan pola musim, risiko gagal panen, berkurangnya ketersediaan air, hingga ancaman ketahanan pangan kini dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Pendekatan Multidisiplin dan Keterlibatan Alumni

Melalui KKN-PPM, UGM mendorong pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Mahasiswa dari 15 fakultas diterjunkan dalam tim multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan, mulai dari teknik, geografi, kehutanan, pertanian, kesehatan, hingga ilmu sosial.

Koordinator Satgas KKN-PPM UGM x KAGAMA, Yanto Herliyanto, mengatakan pendekatan multidisiplin menjadi penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan dari satu sudut pandang saja.

"Desa hari ini adalah garis depan krisis iklim. Kehadiran mahasiswa menjadi jembatan antara inovasi kampus dan kebutuhan riil masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, teknologi pertanian yang baik tidak akan berjalan optimal tanpa memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat.

Begitu pula strategi adaptasi iklim membutuhkan dukungan pengetahuan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat desa.

Selain mahasiswa, keterlibatan alumni juga menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan KKN-PPM tahun ini.