Satu dari 15 korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 meninggal dunia.

Fahri Herdi Eko (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, mengembuskan napas terakhir di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu (20/6) malam.

in1

>>> Bandai Namco Rilis My Hero Academia: All's Justice untuk Nintendo Switch 2

Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, menyatakan pasien meninggal di hadapan keluarga dan perawat di ruang ICU 1 sekitar pukul 22.50 WIB.

Sebelumnya, kondisi almarhum menurun drastis pada pukul 21.00 WIB sehingga dilakukan pemeriksaan ulang, namun nyawanya tidak tertolong.

Ledakan terjadi di kamar mesin kapal penyeberangan rute Banda Aceh–Sabang saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Jumat (12/6).

Insiden itu menyebabkan 14 mahasiswa dan seorang anak buah kapal mengalami luka bakar. Seluruh korban dirawat di RSUD Zainoel Abidin.

Setelah menjalani fardhu kifayah dan dishalatkan di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin, jenazah Fahri dibawa pulang ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans pada pukul 01.50 WIB.

>>> Harga iPhone 12 Pro Max Juni 2026 Turun, Masih Menarik Dibeli atau Saatnya Beralih ke Model Baru?

"Semoga semua amal ibadahnya diterima," ujar Rahmadi.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita mendalam.

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan perusahaan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada korban dan keluarga.

"Kita akan terus hadir memberikan dukungan," ujarnya.

ASDP juga mengapresiasi tenaga medis, petugas pelabuhan, dan aparat yang membantu penanganan sejak awal.

>>> Intraco Penta Perkuat Strategi Bisnis untuk Dongkrak Kinerja Usaha

Perusahaan berkomitmen mendukung investigasi pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan memperkuat keselamatan operasional.