Di tengah pesatnya perkembangan Kota Palembang, Kampung Perigi tetap mempertahankan tradisi kuliner dan budaya yang telah berlangsung ratusan tahun.

Kampung tua di tepian Sungai Musi ini menyimpan jejak sejarah perdagangan dan akulturasi budaya dari berbagai bangsa.

in1

>>> BI Waspadai Dampak Guncangan Ekonomi Global yang Belum Reda

Kampung Perigi kini dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman berbeda.

Wisatawan dapat menikmati tradisi minum kopi, aneka roti tradisional, dan menyaksikan keterampilan perajin aluminium yang hampir punah.

Lokasi dan Sejarah Kampung Perigi

Kampung Perigi merupakan kawasan permukiman tua di Palembang yang berada di tepian Sungai Musi.

Lokasinya menyimpan banyak jejak sejarah kehidupan masyarakat sungai yang menjadi urat nadi perdagangan dan peradaban di Palembang.

Palembang adalah salah satu kota tertua di Indonesia dengan usia lebih dari 1.300 tahun.

Selama berabad-abad, kota ini menjadi tempat bertemunya berbagai bangsa seperti Tiongkok, India, Arab, dan Persia yang datang untuk berdagang.

Interaksi tersebut melahirkan akulturasi budaya yang masih dapat ditemukan hingga sekarang, termasuk dalam tradisi minum kopi dan kebiasaan menikmati roti serta kue-kue tradisional.

Tradisi Kopi dan Roti yang Terjaga

Sejarawan Palembang RM Ali Hanafiah menjelaskan bahwa tradisi minum kopi masyarakat Palembang tidak dapat dipisahkan dari keberagaman budaya yang tumbuh sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam.

"Macam-macam roti dan kue selalu menemani ritual minum kopi orang Palembang. Kekayaan kuliner itu mencerminkan keragaman budaya yang berkembang di kota ini," ungkapnya.

>>> Honda Luncurkan Mobil Listrik Murah Super-N di Inggris

Tradisi tersebut masih dapat ditemukan di Kampung Perigi, tempat warga terus menjaga kebiasaan yang telah berlangsung selama beberapa generasi.