Wisatawan Padati Tradisi Perang Pandan di Desa Tenganan Pegringsingan
Ratusan masyarakat bersama wisatawan domestik dan mancanegara memadati Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.
Mereka berkumpul untuk menyaksikan langsung tradisi mekare-kare atau perang pandan yang hanya digelar setahun sekali.
>>> BAKTI Komdigi Terapkan Budaya Kerja 3T untuk Perluas Akses Internet
Para pengunjung rela berdesak-desakan demi melihat ritual sakral ini. Sejak siang hari, penonton sudah mulai berdatangan dan berebut posisi terdepan.
Makna dan Prosesi Perang Pandan
Kelian Desa Adat Tenganan Pegringsingan, I Putu Yudiana, menjelaskan bahwa tradisi ini digelar sebagai penghormatan kepada Dewa Indra, dewa perang dalam kepercayaan setempat.
Ritual tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Usaba Sambah.
Sebelum pertarungan, para pemuda dan pemudi menyiapkan daun pandan berduri sebagai senjata serta perlengkapan upacara lainnya.
Prosesi diawali dengan perjalanan ke puncak gunung untuk menghaturkan kelapa muda atau kuud.
Setelah itu, para pemuda mengumpulkan daun pandan, sementara pemudi meracik obat tradisional boreh yang dipercaya mempercepat penyembuhan luka.
>>> Inggris Kalahkan Kosta Rika 3-0, Madueke Gagal Manfaatkan Peluang Emas
Boreh diyakini mampu membuat luka mengering dalam sehari dan sembuh total dalam sepekan.
Pertarungan diikuti oleh remaja putra dari anak-anak hingga dewasa, dan juga terbuka bagi masyarakat luar desa serta wisatawan yang ingin ikut.
Setelah pertarungan usai, peserta saling merangkul tanpa dendam dan dilanjutkan dengan tradisi megibung atau makan bersama sebagai simbol persaudaraan.
Salah satu pengunjung asal Badung, Made Dwipayana, mengaku terpukau melihat pertarungan langsung. Ia datang bersama anaknya yang ingin menyaksikan tradisi ini untuk pertama kalinya.
I Putu Yudiana menambahkan, tahun ini merupakan kali kelima tradisi perang pandan disinkronkan dengan Tenganan Pegringsingan Culture Festival.
>>> Partai Hanura Bantah Miliki Yayasan Pengelola Makan Bergizi Gratis
Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan desa adat tersebut secara lebih luas kepada wisatawan.
Update Terbaru
Timnas Indonesia U-19 Imbangi Australia di Babak Pertama Semifinal Piala AFF
Kamis / 11-06-2026, 22:21 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tahan Imbang Australia di Babak Pertama Semifinal AFF U-19
Kamis / 11-06-2026, 22:21 WIB
Fall in Love, You False Angels Dapat Adaptasi Anime TV, Tayang 2027
Kamis / 11-06-2026, 22:21 WIB
Insta360 Luna Ultra Resmi Meluncur, Siap Saingi DJI Osmo Pocket
Kamis / 11-06-2026, 22:21 WIB
PLN Pulihkan Gangguan Pasokan Listrik di Pulau Jawa
Kamis / 11-06-2026, 22:20 WIB
Menteri LH Tinjau Inovasi Aspal Plastik Chandra Asri Group di Invirotech 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:20 WIB
PT Phapros Tbk Siapkan Lima Strategi Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan
Kamis / 11-06-2026, 22:20 WIB
Memaknai Tahun Baru Islam dengan Muhasabah dan Efisiensi Waktu
Kamis / 11-06-2026, 22:20 WIB
Semua Astronaut Berkumpul di Visual Klimaks Terbaru Dr. Stone Season Final
Kamis / 11-06-2026, 22:09 WIB
Akamai Catat Pendapatan USD 1 Miliar di Asia Pasifik, Fokus pada AI Edge
Kamis / 11-06-2026, 22:09 WIB
Model AI Canggih Mulai Tunjukkan Kemampuan Cegah Rekannya Dimatikan
Kamis / 11-06-2026, 22:09 WIB
Hiroshi Aoyama Puji Veda Ega Pratama yang Finis Keempat di Moto3 Prancis
Kamis / 11-06-2026, 22:08 WIB
Pemerintah Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan dengan Anggaran Rp14 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 22:08 WIB
Akamai Technologies Catat Pendapatan Rp 1 Miliar Dolar di Asia Pasifik
Kamis / 11-06-2026, 22:08 WIB






