Partai Hanura Bantah Miliki Yayasan Pengelola Makan Bergizi Gratis
Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura membantah kepemilikan yayasan yang terafiliasi dengan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk program Makan Bergizi Gratis.
Klarifikasi resmi ini disampaikan untuk menepis tuduhan dan narasi hoaks yang beredar di masyarakat.
>>> KB Bank Sesuaikan Bunga Kredit UMKM Secara Bertahap
Wakil Ketua Umum DPP Hanura bidang OKK, Muqowam, menyatakan langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik menjaga integritas partai.
Sebelum memberikan pernyataan, pengurus partai mendatangi Kantor Indonesia Corruption Watch di Jakarta Selatan pada Selasa (9/6/2026).
Pertemuan dihadiri Sekretaris Jenderal Benny Rhamdani dan Wakil Ketua Umum Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Rakyat Adil Supatra Akbar.
Mereka diterima oleh Azim dan Maulana dari ICW. Proses klarifikasi berlangsung sekitar 40 menit.
Akbar menegaskan bahwa informasi tentang 'dua yayasan Partai Hanura' dalam pengelolaan MBG tidak ditemukan dalam dokumen penelitian ICW.
Penelitian ICW menyebutkan puluhan yayasan mitra program terindikasi memiliki relasi politik formal karena posisi individu di dalamnya.
Relasi tersebut meliputi jabatan pengurus partai, pengusungan dalam pemilu, atau status pejabat publik terpilih.
>>> Bambang Ismawan Resmi Jabat Dirut PT Bukit Asam Gantikan Arsal Ismail
Partai Hanura mengakui ada empat anggota legislatif terpilih yang tercatat sebagai bagian dari yayasan mitra program.
Namun, Akbar menegaskan keterlibatan mereka adalah tindakan pribadi dan tidak memiliki hubungan organisatoris dengan partai.
Manajemen internal partai akan memanggil kader yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dewan Kehormatan Partai akan meminta penjelasan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti melanggar.
Secara kelembagaan, Hanura tetap mendukung penuh realisasi program pemenuhan gizi untuk meningkatkan kualitas masyarakat.
Muqowam menyebut informasi yang beredar di media sosial adalah hoaks dan bentuk disinformasi yang bertujuan mendiskreditkan partai.
>>> Pemerintah Buka Peluang Tutup SPPG untuk Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Hingga saat ini, partai masih fokus pada pelurusan informasi dan belum mengambil langkah hukum formal.
Update Terbaru
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
Kasus Ijazah Jokowi Jadi Pemicu Kaesang Maju ke DPR?
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
KonoSuba Season 4 Rilis Visual Baru, Ganti Studio, Tayang 2027
Senin / 27-07-2026, 01:07 WIB
Wanita 73 Tahun Gugat Startup Robot Pengantar Setelah Ditabrak dan Dilindas
Senin / 27-07-2026, 01:01 WIB
Cavaliers dan Warriors Incar Mario Hezonja Usai Gagal Dapatkan LeBron James
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Julia Roberts Hadiri Pernikahan Emma Roberts di Idaho dengan Gaun Polka Dot
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Josh Allen Siap Hadapi Musim NFL 2026 Usai Capai Pencapaian Gemilang
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Tigers Hadapi Royals di Final Seri Comerica Park, Valdez Jadi Andalan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Andruw Jones Resmi Masuk Baseball Hall of Fame di Tahun Kesembilan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Mantan Linebacker Colts Daniel Adongo Dideportasi ICE
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Debut Pahit Shin Tae-yong di Persija, Gol Bunuh Diri Radovan Pankov Bawa Persebaya Menang
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Vegetarian Lebih Sulit Capai Usia 100 Tahun? Ini Faktanya
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB







