Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi berkurang jika Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan pemberiannya kepada siswa dari keluarga mampu atau kelompok desil 8 hingga 10.

Purbaya menyebut pengurangan tersebut bukan pemotongan, melainkan penghematan anggaran. "Pasti ada kurang, penghematan lah, bukan potong.

>>> Tolak Kemasan Polos hingga Batas Nikotin, Serikat Pekerja Rokok Siap Kepung Kemenkes 26 Juli

Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/7/2026).

Ia mengaku belum mengetahui detail rencana tersebut, termasuk potensi jumlah penerima manfaat yang akan berkurang.

"Saya nggak tahu detailnya seperti apa, saya mesti tanya ke Kepala MBG gimana prosedurnya," kata Purbaya.

Purbaya berencana bertemu dengan Kepala BGN Sudaryono pada pekan depan untuk membahas anggaran program MBG.

>>> Xbox Uji Coba Streaming Game dengan Iklan, Bisa Lebih Murah

Ia menegaskan pemerintah tidak akan memangkas anggaran, melainkan melakukan penghematan agar program lebih efektif.

Kajian BGN soal Penghentian MBG

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Trenggono menyampaikan wacana penghentian MBG bagi siswa dari keluarga mampu masih dalam tahap kajian.

"Memang sudah ada wacana, tapi masih kita kaji lagi.

Nanti hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai ya," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).

>>> Film Live-Action Look Back Tayang di Kompetisi Festival Film Venesia

Trenggono menyebut BGN diberi waktu maksimal satu bulan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan kajian tersebut. Kebijakan akan disesuaikan dengan prioritas penerima manfaat program MBG.