Sebanyak 25 ton ikan nila budidaya mati akibat fenomena letupan belerang di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Bangli, I Wayan Agus Wirawan, mengatakan fenomena itu mulai terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 03.30 WITA.

>>> Thierry Henry Ungkap Rahasia Dominasi Spanyol di Sepak Bola Dunia

"Itu yang baru tercatat ada 25 ton ikan mati.

Kalau total secara keseluruhan hingga saat ini jumlah ikan yang mati itu kami belum berani memastikan," kata Agus saat dikonfirmasi Kamis (23/7).

Letupan belerang atau proses upwelling ini terjadi di bawah danau dan saat ini mulai bergeser. Fenomena tersebut bukan hal baru di Danau Batur.

Menurut Agus, letupan belerang kerap terjadi pada periode tertentu, terutama sekitar Juli hingga Agustus. "Hampir setiap tahun.

Tapi belum tentu setiap tahun juga. Di tahun 2022, 2023 itu tidak ada letupan belerang.

Mulai tahun 2024, 2025, dan 2026 sekarang ada lagi," imbuhnya.

>>> Galaxy Z Fold 8 Kehilangan Fitur Flex Mode

Letupan belerang memicu naiknya gas dan sedimen dari dasar danau ke permukaan.

Kandungannya berupa H2S, nitrat, dan nitrit yang menyebabkan pengikatan unsur oksigen di air sehingga kadar oksigen menurun drastis.

Kondisi itu membuat ikan mengalami stres dan mati massal. Dari laporan yang diterima, kematian ikan ternak terjadi di wilayah Dusun Dukuh.

Sebagian ikan yang baru mati masih dapat dimanfaatkan. "Ikan yang mati itu langsung dikirim ke pabrik untuk diolah.

Kondisinya masih bagus dan belum busuk, sehingga masih ada nilai ekonominya," ujar Agus.

Para pembudidaya ikan di Danau Batur umumnya sudah memahami pola kemunculan fenomena ini. "Teman-teman pembudidaya sudah sangat paham.

>>> Galaxy Watch Ultra 2 Lebih Tipis dan Nyaman Dipakai Meski Baterai Lebih Besar

Biasanya pada bulan-bulan seperti ini mereka menghindari penebaran benih dan memanen lebih awal," pungkasnya.