Pengaruh Arab, India, dan Persia dalam Budaya Kopi

Kopi bukan sekadar minuman bagi masyarakat Palembang.

Pelaku usaha kopi Abu Bakar Syukri menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah hulu Sumatera Selatan mengenal kopi dengan istilah "kawe".

in1

Kata tersebut diduga berasal dari kata "qahwah" dalam bahasa Arab, menunjukkan hubungan erat dengan pedagang Arab sejak masa lampau.

Pengaruh India juga memberi warna tersendiri.

Fotografer dan pegiat budaya Obay Minoral menceritakan bahwa toko-toko kopi yang dikelola komunitas peranakan India pernah menjadi tempat berkumpul yang sangat populer di Palembang.

Salah satu warisan kuliner yang masih bertahan adalah martabak telur yang disajikan dengan kuah kari.

"Toko kopi dulu bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat," ujarnya.

>>> Thibaut Courtois Ingin Bertahan di Real Madrid hingga Pensiun

Keberadaan budaya kopi yang dipengaruhi berbagai bangsa inilah yang membuat tradisi kopi Palembang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.