Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, secara tegas melarang perbandingan antara Lamine Yamal dengan legenda sepak bola seperti Lionel Messi atau Diego Maradona.

Langkah ini diambil untuk melindungi proses tumbuh kembang pemain berusia 18 tahun tersebut dari tekanan ekspektasi publik yang berlebihan.

in1

>>> Bukan Wajah atau Jabatan, 5 Kalimat Ini Bisa Bikin Anda Disukai Orang

"Itu sebuah kesalahan untuk membandingkan [Yamal] dengan siapa pun," ujar De la Fuente dalam konferensi pers pada Sabtu waktu setempat.

"Dia berusia 18 tahun, dalam proses perkembangan, kedewasaan... Kita harus membiarkan dia mengikuti jalurnya sendiri," tambahnya, dikutip dari ESPN, Minggu (21/6/2026).

De la Fuente menilai bakat alami Yamal merupakan anomali yang jarang terjadi, dengan mentalitas berbeda dari pemain seusianya.

"Pemain-pemain seperti ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, siap untuk itu. Mereka adalah jenius, seperti Salvador Dali, atau Michelangelo.

Apa yang tampak luar biasa bagi kita, tidak bagi mereka," jelasnya.

Kebugaran Yamal menjadi perhatian utama setelah ia baru pulih dari cedera otot yang membekapnya sejak April lalu.

Ia sempat turun sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 dalam laga pembuka, namun dinilai belum siap tampil penuh.

Ketidakpastian status sang winger untuk laga kedua fase grup melawan Arab Saudi masih bergulir. Pelatih tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang berisiko.

"Kami akan mengevaluasi itu. Berita terbaiknya adalah dia ada di sini.

>>> Kemenkes: Pendekatan Menyeluruh Diperlukan Hadapi Beban Alzheimer di RI

Lamine berada dalam momen yang baik. Apakah dia bermain 55, 58 atau 63 menit, itu akan tergantung pada pertandingan.

Kami akan memikirkan kontribusinya untuk tim, dan apa yang bermanfaat baginya... Anda akan lihat besok," kata De la Fuente.