Pelatih Tim Nasional Spanyol Luis de la Fuente melarang publik membandingkan penyerang muda Lamine Yamal dengan legenda sepak bola seperti Lionel Messi dan Diego Maradona.

Larangan ini disampaikan menjelang laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi.

in1

>>> Studi Kelayakan MRT Jakarta Rute Serpong Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Dalam konferensi pers pada Sabtu waktu setempat, De la Fuente menegaskan ketidaksetujuannya terhadap perbandingan yang berkembang di masyarakat.

"Itu sebuah kesalahan untuk membandingkan [Yamal] dengan siapa pun," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemain Barcelona tersebut masih membutuhkan waktu untuk bertumbuh secara natural. "Dia berusia 18 tahun, dalam proses perkembangan, kedewasaan...

Kita harus membiarkan dia mengikuti jalurnya sendiri," kata De la Fuente.

Bakat Langka dan Kondisi Fisik

Menurut sang pelatih, talenta yang dimiliki Yamal merupakan anomali langka yang membuatnya memiliki kekuatan mental melampaui usianya.

"Pemain-pemain seperti ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, siap untuk itu," tuturnya.

De la Fuente bahkan menyejajarkan bakat Yamal dengan para seniman legendaris dunia. "Mereka adalah jenius, seperti Salvador Dali, atau Michelangelo.

Apa yang tampak luar biasa bagi kita, tidak bagi mereka," katanya.

Selain beban ekspektasi, kondisi fisik Yamal juga menjadi perhatian serius setelah pulih dari cedera otot pada April lalu.

Ia sempat diturunkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 dalam laga pembuka, namun dinilai belum siap tampil selama 90 menit penuh.

Jajaran pelatih tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang berisiko bagi masa depan sang pemain. "Kami akan mengevaluasi itu," ujar De la Fuente.

>>> MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Catat Transparansi Menurun