Misteri Planet Pink yang membingungkan para astronom sejak 2013 akhirnya terpecahkan. Teleskop Luar Angkasa James Webb berhasil mengungkap rahasia atmosfer objek antariksa tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Astronomical Journal menunjukkan bahwa Planet Pink, yang memiliki nama resmi GJ504b, diselimuti atmosfer dengan awan yang terbentuk dari garam.

in1

>>> Belgia vs Iran: Tekanan Mental Bebani Kedua Tim di Piala Dunia 2026

Objek ini secara teknis dikategorikan sebagai pendamping bermassa planet. GJ504b bisa berupa eksoplanet raksasa atau katai coklat kecil yang mengorbit bintang induknya.

Planet Pink terletak sejauh 57 tahun cahaya dari Bumi.

Observasi sebelumnya menggunakan teleskop di Bumi mencatat suhu permukaannya mencapai 290 derajat Celsius, yang tergolong dingin untuk ukuran sebesar itu.

Penemuan Berkat Teleskop James Webb

Ketua tim astronom dari Universitas Northwestern, Aneesh Baburaj, mengungkapkan kegembiraannya saat mendapatkan spektrum GJ504b. "Ketika kami akhirnya mendapatkan spektrumnya, itu langsung terlihat menarik.

Namun, begitu kami mulai menggali datanya lebih dalam, kami menyadari bahwa GJ504b tidak seperti apapun yang pernah kami analisis sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dari Space.

com.

Suhu dingin pada objek tersebut sebelumnya menyulitkan pengamatan dari Bumi. Namun, Teleskop Webb memangkas waktu observasi menjadi hanya dua jam.

>>> Jeremy Doku Rencanakan Tinggalkan Timnas Belgia demi Kelahiran Anak

Tim ahli dari Universitas Northwestern mempelajari objek ini dengan mengukur emisi radiasi elektromagnetik yang lemah. Mereka juga menyaring pancaran cahaya terang dari bintang induknya.

Faktor usia menjadi penyebab utama relatif dinginnya suhu di Planet Pink. Raksasa gas dan katai coklat umumnya lahir dalam kondisi sangat panas, lalu suhunya menurun seiring waktu.

Estimasi usia GJ504b diperkirakan antara 2,5 hingga 4 miliar tahun.

Para peneliti menciptakan sidik jari cahaya setelah berhasil menangkap pancaran redup dari Planet Pink.

Langkah ini mengungkap keberadaan berbagai elemen dan molekul di atmosfernya, seperti uap air, metana, karbondioksida, dan amonia.

Model penelitian para astronom baru menunjukkan titik terang saat mereka memasukkan unsur awan garam. Faktor ini terbukti memengaruhi pantulan cahaya yang ditangkap oleh instrumen teleskop.

Meski satu teka-teki telah terurai, GJ504b masih menyimpan banyak pertanyaan yang memerlukan riset lanjutan.

>>> IHSG Bergerak Konsolidasi Setelah Evaluasi Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026

Para astronom belum mengetahui secara pasti apakah Planet Pink terlahir sebagai planet raksasa atau justru sebuah bintang kecil.