Istri Nabi Luth AS termasuk dalam golongan orang-orang yang binasa bersama kaum yang mendustakan ajaran Allah SWT. Kisahnya termaktub dalam beberapa surat di Al-Qur'an.

Kisah Nabi Luth AS menjadi salah satu pelajaran penting dalam Al-Qur'an tentang keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab pribadi di hadapan Allah SWT.

in1

>>> Kapan Drakor Fifties Professionals Episode 11-12 Tayang? Berikut Jadwal, Sinopsis dan Link di KST bukan LK21: Nasib Bong Je Soon Jadi Sorotan, Ancaman Baru Mengintai Kwon Oh Ra

Kisah ini diabadikan melalui surat Al Araf ayat 80-84, Hud ayat 69-83, Al Hijr ayat 51-77, Asy Syu'ara ayat 160-175, An Naml ayat 54-58, Al Ankabut ayat 28-35, Ash Shaffat ayat 133-138, Adz Dzariyat ayat 31-37, dan Al Qamar ayat 33-40.

Nabi Luth AS memiliki nama lengkap Luth bin Haron bin Tarokh. Tarokh adalah nama lain Azar, yakni ayah Nabi Ibrahim.

Haron merupakan saudara Ibrahim, sehingga Nabi Luth AS adalah keponakan Nabi Ibrahim.

Nabi Luth AS tinggal di kota Sadum atau dikenal juga dengan sebutan Sodom. Beliau diutus Allah SWT kepada penduduk Sodom yang dikenal melakukan berbagai kemaksiatan, terutama perbuatan homoseksual.

Nabi Luth AS berdakwah bertahun-tahun mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar. Namun sebagian besar dari mereka menolak hingga Allah SWT menetapkan azab bagi kaum tersebut.

Perintah Menyelamatkan Keluarga

Sebelum azab diturunkan, Allah mengutus para malaikat untuk menemui Nabi Luth AS. Malaikat memerintahkan Nabi Luth AS meninggalkan kota bersama orang-orang yang beriman pada akhir malam.

Para malaikat berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu.