Mengubek Barang 'Made in China' di Supermarket Raksasa Yiwu
Yiwu, kota di Provinsi Zhejiang, China, dikenal sebagai pusat produksi dan perdagangan barang kecil 'made in China'.
Di kota ini terdapat Yiwu International Trade City, pusat perbelanjaan grosir seluas 4 juta meter persegi.
>>> DJP Ungkap Potensi Kehilangan Penerimaan Negara akibat Program Makan Gratis
Luasnya setara dengan 5–6 kali Gelora Bung Karno.
Kompleks ini memiliki lebih dari 70.000 kios yang menjual 400 ribu jenis produk dalam 2.000 kategori.
Seorang pemandu wisata mengatakan, jika seseorang menghabiskan tiga menit di setiap toko dan berbelanja delapan jam sehari, butuh waktu sekitar 1,5 tahun untuk mengunjungi seluruh kios.
Sebanyak 65 persen produk dari pusat perdagangan ini diekspor ke lebih dari 215 negara dan wilayah.
Lebih dari 90 persen toko menjual barang langsung dari produsen, sehingga harganya merupakan harga pabrik.
Namun, pembeli umumnya harus membeli dalam jumlah besar karena barang tidak dijual secara eceran.
Meski begitu, banyak pengunjung asing datang sejak pukul 09.00 pagi saat mal mulai dibuka.
Para pedagang di sana mampu berbahasa Inggris, setidaknya untuk angka-angka saat tawar-menawar.
>>> Doa Nabi Yusuf AS: Perlindungan dari Godaan dan Keburukan
Yiwu International Trade City menjadi contoh strategi China dalam menerjemahkan kemajuan teknologi menjadi kapabilitas yang diterapkan luas.
Sejarah Pasar Yiwu
Pusat perbelanjaan ini bermula pada 1960-an sebagai pasar tempat masyarakat menukarkan permen dengan bulu ayam, tradisi lokal untuk bertahan hidup.
Kala itu Yiwu adalah wilayah kecil di pegunungan dengan lahan tandus.
Kondisi tersebut mendorong penduduk mencari nafkah melalui perdagangan. Lambat laun Yiwu berkembang menjadi titik pertemuan produsen dan pembeli dari berbagai daerah.
Tonggak penting terjadi pada September 1982 dengan dibukanya Pasar Terbuka Huqingmen. Pasar pinggir jalan itu memiliki 705 kios dan menawarkan lebih dari 2.200 barang.
Penjual saat itu belum punya kios tetap sehingga harus datang lebih pagi untuk merebut lokasi strategis.
Renovasi pasar dilakukan beberapa tahap hingga pindah ke lokasi saat ini di Futian. Pembangunan berlangsung dari 2002 hingga 2017.
>>> Pochettino Puas dengan Penampilan Amerika Serikat Usai Kalahkan Australia
Kini pasar tersebut disebut sebagai 'Pasar Grosir Komoditas Kecil Terbesar di Dunia' dan meluncurkan platform AI untuk menerjemahkan video promosi ke lebih dari 30 bahasa.
Update Terbaru
Yamaha Pastikan Harga Suku Cadang Stabil di Jawa Barat Hingga Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 07:20 WIB
Pemprov DKI Siapkan Agenda Budaya Setahun Jelang HUT ke-500 Jakarta
Sabtu / 20-06-2026, 07:12 WIB
PLN Terapkan Manajemen Beban Listrik Terbatas di Pulau Jawa Akibat Gangguan Pembangkit
Sabtu / 20-06-2026, 07:10 WIB
Lokasi Samsat Keliling di Detabek pada Sabtu untuk Bayar PKB
Sabtu / 20-06-2026, 07:08 WIB
Brasil vs Haiti: Neymar Absen, Vinicius Jadi Andalan
Sabtu / 20-06-2026, 07:08 WIB
Israel Ambil Alih Wewenang Perencanaan Masjid Ibrahimi dari Palestina
Sabtu / 20-06-2026, 07:08 WIB
Maroko Kalahkan Skotlandia 1-0 di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 07:08 WIB
Lokasi Samsat Keliling di Detabek pada Sabtu untuk Bayar PKB
Sabtu / 20-06-2026, 07:05 WIB
Harga Emas Spot Dunia Melemah ke Rp4,32 Juta per Troy Ounce Akibat Fluktuasi Kurs Rupiah
Sabtu / 20-06-2026, 07:04 WIB
Ricky Febriansyah Rilis Wasiat Cintaku, Ciptaan Tri Suaka
Sabtu / 20-06-2026, 07:04 WIB
Emerse Fae Targetkan Pantai Gading Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 07:04 WIB
Pratinjau Spanyol vs Arab Saudi: La Roja Ingin Tunjukkan Kualitas
Sabtu / 20-06-2026, 07:00 WIB
PT Santos Jaya Abadi Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Semarang
Sabtu / 20-06-2026, 07:00 WIB
Layanan SIM Keliling di Jakarta pada Sabtu, Ini Lokasinya
Sabtu / 20-06-2026, 06:56 WIB






