Toyota kembali menghadapi masalah pada kendaraan listrik andalannya, bZ4X. Lebih dari seribu unit ditarik secara global karena kendala perangkat lunak pada sistem kontrol baterai.

Masalah ini dapat menyebabkan SUV listrik tersebut kehilangan tenaga secara tiba-tiba saat dikendarai. Toyota Australia mengonfirmasi bahwa kesalahan terjadi pada Electronic Control Unit (ECU) yang mengelola performa kendaraan.

in1

>>> Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM Respons Tuntutan Mahasiswa

Gangguan pada ECU memicu risiko fatal karena mesin bisa mati mendadak tanpa peringatan.

Dalam pernyataannya, Toyota Australia menjelaskan bahwa meskipun power steering dan rem tetap berfungsi, sistem penggerak listrik akan mati, meningkatkan risiko tabrakan terutama di kecepatan tinggi.

Penarikan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi bZ4X di Australia dalam waktu singkat.

>>> Apple Ungkap Alasan Lima Model Apple Watch Tak Kebagian watchOS 27

Sebelumnya, model ini juga mengalami masalah pada sistem pendingin udara dan terlibat dalam recall massal Toyota lainnya.

Solusi dan Dampak

Toyota menawarkan pembaruan perangkat lunak gratis di diler resmi. Proses perbaikan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 45 menit per unit.

Meskipun kasus ini belum dilaporkan di Indonesia, recall berulang ini menjadi sorotan bagi konsumen yang beralih ke kendaraan listrik.

>>> Sunset di Kebun Hadirkan Festival Musik Ramah Keluarga di TMII

Ketahanan sistem digital menjadi tantangan besar bagi Toyota dalam menjaga kepercayaan pasar.