Indomobil eMotor: Insentif Dorong Penjualan Motor Listrik
PT Indomobil eMotor Internasional menilai keberadaan subsidi atau insentif dari pemerintah berpotensi mendorong pertumbuhan penjualan motor listrik di Indonesia.
CEO PT Indomobil eMotor Internasional Pius Wirawan mengatakan masyarakat masih menaruh harapan agar skema insentif pembelian motor listrik yang pernah diterapkan dapat kembali dilanjutkan.
>>> MPR Terbuka Terima Masukan dari Perguruan Tinggi soal UUD 1945
"Masyarakat ini sudah banyak mendapatkan informasi yang valid maupun yang tidak valid.
Jadi mereka sebetulnya mengharapkan skema yang lama dilanjutkan saat ini," kata Pius saat ditemui di sela peluncuran motor listrik Tyranno X pada Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, apabila skema sebelumnya kembali diterapkan, masyarakat akan lebih mudah memahami mekanismenya karena program tersebut telah berjalan sebelumnya.
Pius menilai insentif tetap memiliki peran penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Meski peralihan menuju kendaraan listrik diperkirakan akan terus berlangsung, keberadaan subsidi dinilai dapat memberikan dorongan tambahan bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian.
"Jadi apakah harus ada subsidi? Menurut saya tidak.
Tapi apakah dengan ada subsidi akan meningkatkan penjualan? Menurut saya iya," katanya.
Ia juga melihat tren pergeseran ke motor listrik mulai terjadi di masyarakat seiring meningkatnya pemahaman terhadap keunggulan kendaraan listrik, terutama dari sisi efisiensi penggunaan.
>>> Blackout di Kawasan Industri Batamindo, Aktivitas Lumpuh dan Karyawan Dipulangkan
Pentingnya Kepastian Kebijakan
Selain besaran insentif, Pius menekankan pentingnya kepastian dan keberlanjutan kebijakan bagi industri maupun konsumen.
Menurut dia, kebijakan yang berkelanjutan akan membantu masyarakat dalam merencanakan pembelian kendaraan sekaligus memberikan kepastian bagi produsen dalam menyusun rencana produksi.
"Kalau kita bicara sustainability atau keberlanjutan tentunya iya, karena tidak mungkin untuk masyarakat merencanakan pembeliannya tidak pasti, ataupun perusahaan pabrik merencanakan produksinya juga tidak pasti," ujarnya.
Update Terbaru
Ilmuwan Ungkap Rahasia di Balik Lengan Mungil T-Rex
Sabtu / 20-06-2026, 21:32 WIB
Anne Hathaway Umumkan Hamil Anak Ketiga, Pamer Baby Bump di Instagram
Sabtu / 20-06-2026, 21:32 WIB
Inggris Uji Coba Rudal Jarak Jauh Nightfall untuk Ukraina
Sabtu / 20-06-2026, 21:28 WIB
Timnas AS Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Australia
Sabtu / 20-06-2026, 21:28 WIB
Akademisi IAHN Mpu Kuturan: Minat Anak Muda Bangun UMKM di Singaraja Meningkat
Sabtu / 20-06-2026, 21:16 WIB
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
Sabtu / 20-06-2026, 21:11 WIB
Harga Kebutuhan Pokok di Singaraja Stabil Pasca-Galungan
Sabtu / 20-06-2026, 21:10 WIB
CORTIS Joget Kicau Mania di Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 21:09 WIB
Gibran Beri Hadiah Sepeda dan Alat Musik untuk Peserta Pesparawi
Sabtu / 20-06-2026, 21:08 WIB
Brasil Siapkan Neymar Hadapi Skotlandia di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 21:08 WIB
Aroma Parfum Pilihan Ungkap Rahasia Karakter dan Kepribadian Anda
Sabtu / 20-06-2026, 21:08 WIB
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
Sabtu / 20-06-2026, 21:05 WIB
Malaysia Uji Coba Jalan Bercahaya, Tapi Biaya dan Cuaca Jadi Kendala
Sabtu / 20-06-2026, 21:05 WIB
Rekor Hujan Es Terbesar Sejak 1950, Frekuensinya Meningkat Akibat Pemanasan Global
Sabtu / 20-06-2026, 21:05 WIB






